Sebelum Percaya, Ini 4 Fakta Dibalik Kalung Eucalyptus yang Diklaim Antivirus

Sebelum Percaya, Ini 4 Fakta Dibalik Kalung Eucalyptus yang Diklaim Antivirus

Lori Official Writer
522

Kontroversi khasiat kalung eucalyptus sebagai antivirus masih terus berlanjut. Masyarakat sendiri semakin bertanya-tanya tentang kebenarannya setelah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sendiri membenarkan tentang kabar tersebut.

Tapi benarkah eucalyptus bisa menangkal virus corona seperti yang disebutkan Mentan Syahrul?  Untuk membuktikan kebenaran ini, mari menggali 4 fakta dibalik kalung eucalyptus ini:

Fakta 1: Kementan konfirmasi kalung eucalyptus masih potensi antivirus dan masih diuji klinis.

Menyusul kontroversi soal kalung antivirus eucalyptus, Kementerian Pertanian (Kementan) akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataannya terbarunya Kementan menampik klaim kalung eucalyptus sebagai antivirus. Sebaliknya, kalung ini hanya disebut berpotensi jadi antivirus.

Pada bulan April 2020 lalu, Kepala Balitbangtan Kementan Fadjry Djufry sendiri menyampaikan akan melakukan kajian mendalam terhadap tanaman-tanaman yang berpotensi mencegah Covid-19. Salah satunya adalah atsiri atau eucalyptus.

Walaupun dari hasil uji laboratorium tanaman eucalyptus ini ditemukan memiliki potensi mencegah virus. Namun hasil uji tersebut dianggap perlu dikaji ulang.

Fakta 2: Eucalyptus hanya untuk meredakan pernapasan pada pasien dengan gejala corona dalam bentuk jamu.

Balitbangtan Kementan Fadjry membantah kalau kalung eucalyptus ampuh tangkal virus corona. Dia mengoreksi bahwa saat eucalyptus diproses dalam bentuk jamu maka manfaatnya bisa meredakan sesak napas.

"Ada 3 kriteria di BPOM. Ada sebagai jamu paling bawah di situ tidak ada klaim antivirus Corona. Jamu biasanya cuman membutuhkan hasil lab dan uji klinis, kita sudah teregistrasi di BPOM itu jamu, tentunya kan sudah melalui proses, tidak melanggar aturan di Indonesia. Jadi melegakan pernapasan, tidak ada klaim antivirus di situ," kata Fadjry.

Terkait label antivirus corona yang dibubuhkan dalam kalung tersebut dianggap hanya untuk menyemangati para peneliti untuk menciptakan kalung antivirus yang benar-benar berkhasiat.


Baca Juga:

Jadi Takut Karena Isu Virus G4? Jangan Percaya Sebelum Tahu 3 Fakta Iniā€¦

Partikel Emas Ternyata Ada di Pohon Eucalyptus


Fakta 3: Sebelum kalung eucalyptus, kalung Shut Out dari Jepang dan Pulse buatan NASA sebelumnya juga diklaim sebagai antivirus.

Sebelum kalung eucalyptus, Jepang dan NASA rupanya sudah lebih dulu mengklaim adanya kalung antivirus temuan mereka.

Jika Jepang menciptakan kalung Shut Out untuk mematikan kuman dan virus dari sekitarnya dengan jarak 1-2 meter. Maka NASA menciptakan kalung Pulse untuk membantu orang-orang menjauhi kebiasaan menggaruk wajah dengan tangan. Saat seseorang mulai menggarut wajah, maka kalung Pulse akan memberikan peringatan berupa getaran. Sehingga seseorang akan mengurungkan niat untuk menyentuh wajah.

Kedua kalung ini punya fungsi yang berbeda tapi untuk satu tujuan yaitu mencegah penyebaran virus. Walaupun kedua kalung ini diklaim sebagai antivirus, tapi belum diketahui pasti secara klinis apakah kalung itu benar-benar berfungsi atau tidak. Jadi, pastikan supaya kita menguji segala sesuatu ya!

Fakta 4: Eucalyptus dipakai jadi bahan berbagai obat-obatan.

Eucalyptus atau eukaliptus adalah tanaman yang biasa diolah menjadi obat untuk berbagai kegunaan. Bisa diolah menjadi minyak essensial untuk mencegah gatal, kembung, mual dan juga untuk aromatherapy. Tapi eucalyptus juga bisa diolah sebagai disinfektan alami.

Menariknya, tanaman yang satu ini juga bisa digunakan sebagai antibiotik untuk infeksi tertentu. Selain itu, minyak eucalyptus juga sudah lama digunakan sebagai obat herbal untuk meredakan gejala pilek dan tenggorokan gatal. Uap minyak kayu putih yang kuat berfungsi sebagai pereda mampet saat dihirup.

Daun eucalyptus juga bisa dijadikan sebagai bahan campuran pembuatan pasta gigi. Kandungan antibakteri dan antimikrobanya berfungsi untuk membutuh kuman di dalam mulut.

Fungsi lain dari eucalyptus adalah sebagai obat nyamuk. Pada tahun 1948, Amerika Serikat resmi mendaftarkan minyak kayu putih sebagai insektisida dan mitisida karena ampuh membunuh tungau dan kutu.

Karena itulah aroma eucalyptus yang khas biasanya dijadikan sebagai obat pengusir nyamuk.

Melihat dari fungsi-fungsi di atas, kita bisa menarik kesimpulan kalau tanaman eucalyptus memang sudah lama digunakan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan berbagai macam kondisi. Karena itu, wajar saja kalau uap minyak eucalyptus yang bersifat seperti mint ampuh meredakan kondisi ringan seperti pilek, hidung tersumbat dan batuk.

Dari artikel in, penulis hanya ingin mengingatkan kita semua supaya sebelum percaya kepada sesuatu yang sedang banyak dibicarakan, khususnya terkait dengan kesehatan, ada baiknya menguji segala sesuatu yaitu dengan cara menggali kebenarannya dari berbagai sumber.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami