Donald Trump diduga diboikot oleh warga TikTok, Seberapa Besar Sih Pengaruh Sosial Media

Donald Trump diduga diboikot oleh warga TikTok, Seberapa Besar Sih Pengaruh Sosial Media

Claudia Jessica Official Writer
536

Kampanye Donald Trump di Tulsa, Oklahama, Amerika Serikat berlangsung sepi. Manajer kampanye Trump, Brad Parscale mengatakan, ada lebih dari 1 juta orang yang mendaftar mengklaim bahwa akan ada satu juta orang yang akan hadir di tempat tersebut berdasarkan riset.

Namun, hanya ada sekitar 6.200 orang saja yang hadir di BOK centre. Angka ini jauh lebih rendah dari kapasitas maksimal venue yang mampu memuat sekitar 19.000 orang.

Sempat menyalahkan pengunjuk rasa yang membuat para peserta khawatir untuk datang, Alexandria Ocasio-Cortez, pihak partai demokrat mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena ‘sabotase’ yang dilakukan oleh pengguna TikTok untuk membanjiri pemesanan tiket fiktif.

Rupanya, seorang wanita Amerika Serikat (AS) menjadi dalang di balik prank kampanye Donald Trump. Wanita bernama Mary Jo Laupp yang dijuluki "TikTok Grandma" itu, popularitasnya meningkat sejak sukses menggalang massa untuk mengerjai kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma, pekan lalu.

Video Laupp di TikTok telah dilihat lebih dari 2 juta kali dan banyak disebarkan oleh penggemar K-Pop di AS. Sejumlah penggemat K-Pop dan warganet TikTok mendaftar online secara gratis untuk menghadiri kampanye Trump, tetapi ketika hari H, mereka tidak menghadiri acara tersebut.

Kejadian ini membuktikan bahwa sosial media memiliki ‘kekuatan’ yang begitu besar baik secara sosial, politik maupun ekonomi.

Seperti yang kita ketahui bahwa media sosial adalah tempat dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi hingga melakukan banyak hal.

Hanya dengan bermodalkan ponsel kita dapat mengakses informasi dan banyak hal. Dalam hal ini, Laupp telah memanfaatkan kekuatan sosial media untuk mencapai keinginannya.

Kita, sebagai anak Tuhan tentu saja harus menggunakan sosial media dengan bijak. Amsal 12:16 mengatakan "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan."

Tulisan kita di sosial media diibaratkan seperti perkataan kita. Kata-kata yang kita tulis di sosial media pastilah dibaca oleh orang banyak. Maka dari itu, bijkalah dalam menggunakan sosial media. God bless you JCers.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami