Pilih Mati Martir, Pria Kirsten India Ini Teguhkan Iman Istrinya

Pilih Mati Martir, Pria Kirsten India Ini Teguhkan Iman Istrinya

Claudia Jessica Official Writer
752

Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di India terus meningkat dengan laporan bahwa seorang beriman dibunuh karena keyakinannya oleh para radikal di desanya sendiri.

Menurut Christian Solidarity Worldwide (CSW), Kande Mudu, 27, diserang dan dibunuh oleh sekelompok pria bersenjata di distrik Khunti, negara bagian Jharkhand, India.

Pembunuhan itu terjadi pada 7 Juni, ketika sekelompok pria bersenjata muncul di Kande Mudu dan menuntutnya keluar. Kelompok radikal itu mendobrak pintu dan membawa Munu keluar dari rumahnya dengan paksa. Kemudian mereka menyerang Mudu dengan brutal dan membunuhnya dengan memotong lehernya.

Keluarga Mudu adalah satu-satunya yang memeluk agama Kristen di desanya dan mereka telah menjadi Kristen empat tahun lalu. Mereka telah menghadapi banyak pelecehan karena iman mereka.

Baca juga:

Martir Panggilan Atau Pilihan? #kataAlkitab Bareng Ps. Thomas Endang

Jarang Terekspos, Museum Jepang Ini Ternyata Tempat 26 Martir Kristen Disiksa. Ngeri!

Istri Mudu, Mudu, dikutip dari CBN News, mengatakan “Setelah mendengar para pria berada di depan pintu, suami saya tahu bahwa hidup kami dalam bahaya dan kelompok itu memiliki niat jahat.

Berdasarkan laporan istrinya, Mudu mengatakan sesuatu seperti, “Dia mungkin dibunuh tetapi dia menyakinkan istrinya untuk tetap kuat dan tidak menyerah untuk imannya dalam Yesus walaupun mereka membunuh Mudu.”

Setelah pembunuhan Mudu, Bindu mengatakan bahwa ayahnya menyarankan agar dia meninggalkan iman Kristennya dan menghindari menjadi sasaran kelompok radikal lokal.

Namun, Bindu berkata, “Aku akan hidup untuk Yesus dan mati untuk Yesus, tetapi aku tidak akan pernah kembali.”

Investigasi terhadap pembunuhan Mudu sedang berlangsung. Tapi tidak ada tersangka yang ditangkap dalam pembunuhannya.

Baca juga:

Pesan Istri Korban Bom ke Anak, "Papamu di Surga dengan Allah Bapa Karena Jadi Martir"

Putranya Mati Dibunuh, Sang Ayah Sebut Berni Kunu Sang Martir Tuhan

Diskriminasi, intimisadi dan tindakan radikal untuk menyerang suatu kelompok tertentu yang memiliki pandangan berbeda tidak pernah diperboleh dalam Alkitab. Tetapi Alkitab mengajarkan kita untuk saling mengasihi (Matius 5:44).

Semoga hukum bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan setiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk memilih iman percayanya masing-masing.

Juga semoga keluarga yang ditinggalkan oleh Kande Mudu tetap kuat akan imannya dan Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami