Kabar Gembira! WHO Sambut Baik Deksametason Untuk Obati Pasien Covid-19 yang Sakit Kritis

Kabar Gembira! WHO Sambut Baik Deksametason Untuk Obati Pasien Covid-19 yang Sakit Kritis

Lori Official Writer
728

Setelah menghentikan uji coba obat malaria hidrosiklorokuin untuk pengobatan virus Covid-19, World Health Organization (WHO) pun menerima kabar baik soal perkembangan uji coba klinis yang dilakukan di Inggris.

Uji coba ini menunjukkan bahwa deksametason, kortikosteroid menunjukkan hasil yang positif terhadap pasien Covid-19 yang mengalami sakit kritis.

Untuk pasien yang menggunakan ventilator, pengobatan terbukti mengurangi tingkat kematian sekitar sepertiga. Dan untuk pasien yang hanya membutuhkan oksigen, tingkat kematian berkurang hingga mencapai seperlima.

Lalu apa sih deksametason itu?

Sejak tahun 1960-an, deksametason sudah digunakan untuk mengobati banyak kondisi peradangan dan autoimun, seperti rematik, brokitis serta penurunan jumlah trombosit karena masalah sistem imun. Selain itu, obat ini juga biasa dipakai sebelum atau sesudah operasi pencabutan gigi bungsu.

Untuk anak-anak, deksametason biasanya diberikan sebagai pengobatan untuk infeksi pernapasan pada anak. Dimana deksametason berfungsi untuk mengurangi pembengkakan pada paru-paru anak.

Namun untuk kasus yang lebih parah seperti penyakit meningitis, deksametason dipakai sebagai obat untuk melawan peradangan akibat bakteri atau virus yang menyerang bagian sistem saraf di otak. Dan untuk penyakit mematikan seperti kanker, deksametason biasa diberikan kepada penderita yang menjalani kemoterapi sebagai penangkal efek samping dari perawatan antitumor yang dijalani.

Dan untuk kasus virus Covid-19, uji coba klinis yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa deksametason dengan dosis tunggal atau steroid bisa mempercepat pemulihan infeksi di tenggorokan.

Namun sebagai catatan, WHO menegaskan bahwa hasil uji coba ini masih berlaku bagi pasien Covid-19 yang mengalami sakit kritis seperti masuk ventilator dan butuh oksigen.

"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien Covid-19 yang membutuhkan bantuan oksigen atau ventilator. Ini adalah berita yang bagus dan saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan banyak rumah sakit dan pasien di Inggris yang telah berkontribusi pada terobisan ilmiah yang menyelamatkan jiwa ini," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.


Baca Juga: 

Jahe Merah Bisa Jadi Obat Untuk Virus Corona?

Donald Trump Tawarkan Harapan Pasien Corona Bisa Sembuh Dengan Dua Cara Ini


Atas temuan ini, ke depannya WHO akan terus melakukan pengujian dan akan mengumumkan kapan obat tersebut bisa digunakan secara publik untuk penyembuhan pasien yang sakit kritis akibat virus Covid-19.

WHO juga akan terus bekerja sama dengan semua mitra untuk mengembangkan obat penyembuh dan vaksin virus Covid-19.

 Yuk mari mendukung para ilmuwan dalam uji coba yang mereka lakukan untuk pengembangan obat dan vaksin virus Covid-19. Karena dengan itu, negara-negara yang sedang berjuang melawan serangan virus ini bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa, termasuk saat ini Indonesia yang terus mengalami peningkatan jumlah pasien positif Covid-19.

Di samping itu, masyarakat juga dihimbau untuk mengontrol diri dan tidak melakukan pembelian berlebihandi pasaran. Karena kita harus tetap menunggu arahan WHO terkait kapan obat deksametason bisa digunakan dan jenis obat yang bagaimana yang bisa dikonsumsi pasien.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami