Selain India, Kasus Penganiayaan Orang Kristen Terus Meningkat di 3 Negara Ini Loh!

Selain India, Kasus Penganiayaan Orang Kristen Terus Meningkat di 3 Negara Ini Loh!

Lori Official Writer
981

Sepanjang sejarah penyebaran injil ke berbagai negara, penganiayaan terhadap orang Kristen terus meningkat. India adalah salah satu negara yang tidak memberikan kebebasan bagi umat Kristen untuk hidup dengan keyakinannya di tengah lingkungan mayoritas Hindu. Mereka bahkan tak sungkan menghabisi nyawa orang yang berpindah keyakinan kepada Yesus.

Penganiayaan bukan hanya dialami oleh para missionaris yang datang ke India. Tetapi siapapun yang memilih masuk Kristen, akan menanggung akibatnya. Meski begitu, pemerintah sendiri tampak belum memberikan perlindungan yang berarti bagi seluruh umat beragama di India.


Baca Juga: Persekusi di India Meningkat, Remaja Kristen Ini Dibunuh Kerena Sentimen Agama


Penganiayaan serupa juga dialami oleh umat Kristen di tiga negara ini yaitu China, Nigeria dan Afrika Barat.

Pemerintah China sendiri secara paksa melakukan pencabutan salib di lebih dari 250 gereja Protestan di provinsi Anhui Timur. Pemerintah juga meminta supaya semua simbol agama yang digunakan oleh umat Kristen, Budha dan Islam ditarik dari semua wilayah di negara itu.

"Saat salib dicabut dari seluruh wilayah, mereka yang menolak untuk bekerja sama akan dituduh menentang Partai Komunis. Kita ditekan untuk meninggalkan iman kita, tapi kita akan tetap bertahan," ucap seorang anggota gereja di Anhui.

Meski begitu, ada banyak gereja yang mencoba melawan. Walaupun risikonya mereka harus ditangkap dan dipenjara tanpa mendapatkan keadilan.

Sementara, penganiayaan yang tak kalah mengerikan juga dialami oleh umat Kristen di Nigeria. Kasusnya sedikit berbeda karena pelaku penganiayaan dilakukan oleh kelompok ekstrimis.

Christian Solidarity Worldwide (CSW) melaporkan bahwa sebanyak 10 orang Kristen tewas dalam serangan brutal yang terjadi di Fulani pada 3 Juni 2020 lalu.

Kelompok ekstrimis ini menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan tanpa rasa bersalah menghabisi semua orang yang didapatinya.

Serangan ini terus meningkat, meskipun Nigeria sedang berjuang mengatasi masalah pandemi Covid-19 sejak bulan Maret lalu. Salah satu pendeta Nigeria beserta istrinya bahkan tak segan ditembak mati di kota Mararrba di Donga LGA, Negara Bagian Taraba pada 1 Juni lalu.

“Kaduna Selatan terus berubah menjadi ladang pembunuhan, baik karena kegagalan pemerintah yang parah, ataupun karena ketidakpedulian dan persetujuan resmi,” kata Kepala Eksekutif CSW Mervyn Thomas.

Tak kalah brutalnya, pembantaian umat Kristen juga terus meningkat di Burkina Faso, Afrika Barat. Kelompok bersenjata dilaporkan telah membunuh 58 orang Kristen. Pembantaian ini diketahui adalah kelompok yang berafiliasi dengan kelompok teroris al-Qaeda dan ISIS dan sudah terjadi sejak tahun 2017 silam.

Tahun 2019 lalu, sekelompok orang bersenjata menyerbu sebuah gereja Protestan di Burkino Paso dan membunuh 14 orang yang sedang melakukan ibadah. Mereka juga membunuh seorang pendeta dan juga jemaatnya dalam serangan terbaru pada April lalu.

Serangkaian aksi-aksi brutal ini menempatkan Burkino Paso diposisi ke-28 sebagai negara paling berbahaya bagi orang Kristen.

Sudah waktunya sebagai satu tubuh Kristus, kita terus memberikan dukungan supaya orang-orang percaya yang berjuang hidup dengan imannya di negara-negara berbahaya ini diberikan perlindungan, pembelaan dan juga penyertaan Tuhan. Kita juga perlu mendesak pemerintah Internasional menganggap serius kasus penganiayaan umat beragama ini dengan langkah yang real.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami