Lori Mora

Official Writer
3708


Kebanyakan dokter hanya mengandalkan keahlian dan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit seseorang. Hanya sedikit diantaranya yang mengandalkan mujizat dan pertolongan Tuhan bahkan di masa-masa sangat kritis.

Dan salah satu dokter yang masih tetap mengandalkan iman percayanya kepada Tuhan adalah dr. Francis Daclan. Di tengah kondisi kritis yang dialami sang ayah yang sudah berusia 70 setelah dinyatakan positif tertular virus corona.

"Sebagai dokter, aku tahu aku menyaksikan mujizat setelah melihat kondisi ayah yang terus membaik," kata dr. Daclan.

Dr. Daclan sendiri ikut jadi tim medis yang menangani perawatan ayahnya, Porferio Jr. Dia bahkan tak pernah mengambil cuti selama sang ayah di rawat di Pusat Medis Universitas Cebu (UCMed) di Kota Mandaue, Filipina pada Kamis, 19 Maret 2020 lalu sampai akhirnya sang ayah dinyatakan sembuh pada Minggu, 5 April 2020.


Baca Juga:

Dalam Sehari, OBI Salurkan Bantuan ke Empat Rumah Sakit Ini

Melawan Kanker Langka, Marjorie dan John Hampir Menyerah. Tapi Tuhan Lakukan Ini


Seperti diketahui, Porferio sudah memiliki berbagai riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi dan paru-paru kronis. Kondisi inilah yang semakin memperparah kesehatannya setelah terjangkit virus corona.

Awalnya, Porferia hanya mengalami gejala batuk dan demam saja. Namun keluarganya mengira penyakit parunya kambuh dan memutuskan untuk merawat dia di rumah saja.

Setelah itu, gejala tersebut terus berkembang menjadi diare dan sesak napas pada Kamis, 1 Maret 2020 lalu. Di hari yang sama, Daclan pun memutuskan untuk membawa sang ayah ke UCMed. Setelah mendapatkan hasil swap laboratorium, Daclan meyakini kalau sang ayah sudah terinfeksi virus Covid-19.

Setelah mendapatkan hasil positif, sang ayah lalu dirawat di sana. Sebuah tabung endotrakeal harus dimasukkan ke tenggorokannya dan dia harus dihubungkan ke ventilator mekanik untuk membantu pernapasannya.

Sebagai dokter penyakit dalam, Daclan jadi bagian dari tim medis yang menangani kondisi sang ayah. Dia bertugas selama ayahnya dirawat di sana.

Sementara kondisi Porferio semakin memburuk selama minggu pertama masuk. Selain karena komplikasi paru-paru, dia juga mengalami komplikasi jantung. Dia juga harus kehilangan kemampuan untuk berbicara.

“Aku melihat dari matanya dia merasa tidak nyaman. Aku melihat ketakutan dan kecemasan di matanya saat itu, tapi aku tahu dia berjuang sangat keras,” kata Daclan.

Di masa-masa kritis itu, Daclan pun tidak diperbolehkan mengunjungi sang ayah.Seluruh keluarganya pun mulai merasa cemas. Tapi kemudian memilih untuk mencari kekuatan dalam doa.

Daclan sendiri tidak tahu bagaimana sang ayah bisa tertular virus tersebut. Karena sang ayah tidak pernah bepergian ke luar kota dalam beberapa minggu sebelum masuk rumah sakit. Tapi dia diketahui pernah berada di tempat-tempat umum. Hal ini terjadi sebelum pengumuman karantina oleh pemerintah Filipina.

Selama Sembilan hari masa perawatan sang ayah, Daclan dan keluarganya pun terus berdoa.

Saat berada di rumah sakit, Daclan mengingat apa yang disampaikan sang ayah saat dia masih sehat bahwa Tuhan tidak akan pernah mengecewakannya.

Selama dua hari berikutnya, Porferio masih dalam keadaan kritis. Tapi dia sudah bisa bangun.

Sebagai seorang anak, Daclan mengaku takut kehilangan sang ayah. Namun di tengah-tengah keputusasaan seluruh keluarga kondisi sang ayah justru semakin membaik. Kebutuhan oksigennya sudah mulai membaik dan kondisi tubuhnya sudah mulai tampak sehat.

Tak lama kemudian, Porferio pun perlahan sehat. Dia bisa berjalan dan berbicara. Di hari ke-17 masa perawatan, dia pun sudah diizinkan untuk pulang pada 5 April lalu.

Sebagai seorang dokter, Daclan selalu berharap supaya semua pasiennya sembuh melawan berbagai penyakit. Dan di masa wabah ini, dia pun menyampaikan kepada semua penderita virus corona untuk tetap berjuang dan tidak kehilangan iman.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua rekan-rekan dokternya karena sudah membantu merawat sang ayah. Dia pun memuji pengorbanan para petugas medis di garis terdepan seperti staf pendukung medis, petugas keamanan dan petugas kebersihan.

Saat ini, Daclan dan sang ayah sedang menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya. Mereka kondisi ini bisa segera berakhir dan mereka kembali berkumpul sebagai keluarga.

Kisah kesembuhan yang dialami ayah Daclan membuktikan kepada kita bahwa seburuk apapun kondisi kesehatan kita, kalau kita terus mengandalkan Tuhan dan percaya mujizat-Nya maka kita akan menerima kesembuhan yang sempurna. Jadi, mari terus berharap dan beriman bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun.

Mari juga berdoa bagi para pasien yang terinfeksi virus corona dan harus menjalani perawatan. Supaya mujizat Tuhan benar-benar terjadi atas mereka.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer

Ning Ng 21 April 2020 - 01:06:59

Kesaksian mendapat anak

0 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra April Week 3


7257

Mitra Banner Maret Week 3