Tersebar Kemana-mana, Pendeta Ini Ajak Umat Kristen Sikapi Wabah Corona Secara Alkitabiah

Tersebar Kemana-mana, Pendeta Ini Ajak Umat Kristen Sikapi Wabah Corona Secara Alkitabiah

Lori Official Writer
2531

Sejak muncul di kota Wuhan, China, wabah virus corona dengan cepat menyebar kemana-mana. Sampai saat ini tercatat sudah sebanyak 80.000 orang positif terinfeksi di 37 negara, termasuk Singapura, Korea Selatan, Malaysia dan Indonesia, dan lebih dari 2700 orang dinyatakan meninggal.

Meluasnya penyebaran wabah corona ini pun menimbulkan ketakutan bagi masyarakat internasional. Terlebih lagi orang-orang yang teinfeksi penyakit COVID-19 ini sudah menyebar ke berbagai negara dan menginfeksi orang-orang terdekat lainnya.

Fakta yang paling menakutkan adalah penyebaran virus ini sendiri terjadi di gereja dimana umat Kristen melakukan ibadah minggu. Kasus ini terjadi di Korea Selatan dimana seorang jemaat sebuah gereja yang berlokasi di kota Daegu, Gereja Shincheonji Church of Jesus dinyatakan positif corona dan telah menularkan virus yang sama kepada jemaat yang lain.

Tentunya ada banyak pertanyaan yang muncul. Seperti, bagaimana mungkin gereja bisa jadi tempat penyebaran penyakit? Namun jika ditelusuri lebih dalam, penyebaran virus ini sendiri bisa dibilang cukup unik. Karena virus muncul pertama kali di China, yang dikenal sebagai negara komunis dan tercatat sebagai negara yang tidak ramah bagi umat Kristen. Lalu berlanjut ke Korea Selatan, yang justru dikenal sebagai negara dengan komunitas Kristen terbesar di Asia. Fatalnya, penularan virus terjadi lewat gereja.

Berita baru-baru ini menyampaikan bahwa pemimpin Gereja Chincheonji Lee Man-hee sendiri telah menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada warga Korea. Dia menyampaikan kalau wabah corona ini sebagai musibah besar yang pernah melanda Korea Selatan. Sayangnya, permintaan maaf gereja ini tentunya gak cukup untuk menghentikan wabah corona yang sudah menyebar kemana-mana.

Di tengah situasi inilah ketakutan semua orang semakin bertambah, termasuk orang-orang Kristen. Rasa takut membuat orang Kristen tidak bisa memandang wabah yang terjadi saat ini sebagai bagian dari rencana Tuhan.

Karena itulah teolog John Piper menawarkan orang-orang Kristen cara untuk memahami keunikan munculnya wabah virus corona saat ini.


Baca Juga: Corona Jangkiti Warga Korea Selatan, Diduga Tersebar Lewat Gereja Loh!


Melalui sebuah pernyataan Piper menyampaikan kalau virus corona yang beradal dari China itu tidak lebih kuat dari Yesus.

"Yesus punya semua pengetahuan dan semua otoritas atas kekuatan alam dan adikodrati dunia ini. Dia tahu persis dari mana virus itu berasal, dan kemana arah virus itu selanjutnya. Dia (Tuhan) punya kekuatan penuh untuk menahannya atau tidak," kata Piper.

Dia pun membagikan empat cara alkitabiah untuk memahami kebenaran di balik wabah corona.

1. Dosa membuat dunia hampa

Mengutip Roma 8: 20-23, Piper menunjukkan bahwa saat dosa masuk ke dunia melalui Adam dan Hawa, maka semua makhluk ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri tapi oleh kehendak Tuhan.

Dosa bawaan Adam dan Hawa bahkan membuat orang-orang percaya mengalami rasa sakit. Namun rasa sakit ini bertujuan untuk memurnikan, bukan sebagai hukuman atau kutuk.

“Kita mati karena penyakit seperti semua manusia, tidak harus karena dosa tertentu…Kita mati karena penyakit seperti semua orang yang mengalami kejatuhan (dalam dosa),” katanya.

2. Kadang sakit penyakit adalah berkat Tuhan

“Beberapa orang Kristen bisa mati karena penyakit supaya kita tidak dikutuk bersama dengan dunia,” kata Piper

Dia menyampaikan jika pandangan ini didasarkan dari 1 Korintus 11: 29-32, yang berhubungan dengan penyalahgunaan Perjamuan Tuhan.

“Tuhan Yesus mengambil kehidupan orang-orang yang Dia kasihi melalui kelemahan dan penyakit, kata-kata yang sama digunakan untuk menggambarkan kelemahan dan penyakit yang Yesus sembuhkan di kehidupan duniawi-Nya (Matius 4: 28; 8: 17; 14:14) dan membawa mereka ke surga. Dia membawa mereka ke surga karena dosa mereka sehingga Dia memanggil mereka, bukan untuk menghukum, tapi untuk menyelamatkan mereka,” jelasnya.

3. Penyakit bisa muncul sebagai hukuman

“Tuhan kadang-kadang menggunakan penyakit sebagai hukuman atas mereka yang menolak-Nya dan menyerahkan diri mereka pada dosa,” kata Piper.

Mengacu pada Kisah Para Rasul 12, Piper mengutip kisah Raja Herodes yang meninggikan dirinya sebagai dewa. “Dengan cepat seorang malaikat Tuhan memukulnya, karena dia tidak memuliakan Tuhan, da dia dimakan oleh cacing dan mati,” jelasnya.

Menurut Piper, Tuhan bisa memakai penyakit untuk menghukum orang-orang yang menolak Dia.

4. Malapetaka adalah pesan Tuhan

Mengutip Lukas 13: 1-5, Piper menyampaikan semua bencana alam adalah Guntur kasih Tuhan di tengah-tengah penghakiman.

Dia pun memastikan kalau wabah virus corona yang saat ini menyebar ke berbagai negara adalah bentuk pesan Tuhan supaya dunia ‘bertobat’ dari langkah-langkahnya.

Terlepas dari apa yang disampaikan John Piper, sebagai orang percaya kita perlu diingatkan kembali untuk selalu berpegang pada Tuhan. Dan di tengah ketakutan ini mari meminta supaya belas kasihan Tuhan turun atas dunia dan semua orang dilepaskan dari cengkraman rasa takut.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami