Ngeri! Penatua Gereja Alabama Ini Tega Tembak Istri Lalu Bunuh Diri

Ngeri! Penatua Gereja Alabama Ini Tega Tembak Istri Lalu Bunuh Diri

Lori Official Writer
771

Kabar duka datang dari jemaat True Word of Deliverance Church of God, Prichard, Alabama. Diberitakan bahwa sang penatua gereja Ulysses Woodard menembak istrinya sendiri setelah itu bunuh diri.

Sahabat dekat Woodard, Pendeta Derek Scott Gandy menyampaikan bahwa dirinya tak menduga jika sahabat dekatnya itu tega menembak sang istri. Karena dimatanya, Woodard adalah sosok pria yang baik dan tidak akan mungkin melakukan tindakan bodoh semacam itu.

Gandy mengaku jika dirinya masih mengingat kalau di malam sebelum kejadian, Woodard sempat berbicara dengan dirinya.

"Waktu aku pergi keluar, dia (Woodard) hanya berkata, “Pendeta, bisakah aku bicara dengan istriku?" Dan aku berkata, “Tentu, itu istrimu.” Dan dia tak pernah mengatakan apapun. Dia tidak memaksa siapapun. Dia tidak pernah terdengar berteriak,” kata Gandy.

Lalu,saat dia mulai mengunci pintu gereja dia melihat pasangan tersebut sedang berbicara. Hanya tinggal dia, istri, tiga anak mereka dan dua anggota gereja lain.

Dia menyaksikan percakapan mereka semakin menegangkan. Sampai pada akhirnya dia menawarkan untuk mengantar istri Woodard pulang. Sayangnya, saat sang istri Alisha Woodard mencoba masuk ke mobil Gandy, Woodard meraih lengannya dan memaksa untuk masuk ke mobilnya.

“Dia berhasil meraih tangannya dan membawanya ke mobilnya dan di situlah dia mengambil senjatanya,” jelas Gandy.

Saat keduanya berada di mobil, Gandy pun mendengarkan teriakan dan seketika terdengar bunyi tembakan. Lalu menghampiri mobil pasangan itu dan mencoba merampas senjata dari tangan Woodard. Sayangnya, Woodard menodongkan senjata ke arahnya dan bunuh diri.

“Aku berada di mobil. Pintunya terbuka. Kami menarik senjata itu, berdiri tepat di sampingku. Dan dia menembak (istrinya) di dada. Aku punya anak perempuan, jadi saat tembakan terjadi, aku mencoba pergi ke bagian lain gedung,” jelasnya.

Gandys menyampaikan jika dia dan istrinya benar-benar mengalami malam yang mencekam. Apalagi anak-anaknya saat itu di sana menyaksikan kejadian tersebut.

“Yang aku perjuangkan adalah kenyataan bahwa anak-anak perempuan kami ada di sana. Dan aku bergumul dengan mereka. Aku memikirkan bagaimana cara menemukan gereja baru untuk meninggalkan peristiwa ini. Ini adalah hal yang sangat sulit,” katanya.


Baca Juga: Usai menikam Istrinya, Pastor di Kenya Bunuh Diri diatas Mimbar yang Disaksikan Jemaat


Di mata Gandys, Alisha Woodard adalah wanita muda yang setia melayani Tuhan. Dia sangat mencintai Tuahn dan firman-Nya. Bahkan di malam sebelum ditembak, dia baru memimpin acara Konferensi Wwanita Tuhan di gereja tersebut. Saat itu Alisha menyampaikan pesan firman yang begitu kuat tentang kisah Elisa dan wanita Sunem.

Saat ini Alisha masih dirawat di rumah sakit dan berjuang untuk tetap hidup setelah insiden tersebut. Sementara suaminya meninggal dunia.

Seperti diketahui, Alisha dan Ulysses Woodard baru saja merayakan ulang tahun keempat gereja mereka. Tak ada yang menyangka kalau kejadian mengerikan tersebut akan terjadi di depan gereja tersebut dan menggegerkan banyak orang.

Sumber : Christianpost.com

Ikuti Kami