Gubernur NTT: Perempuan NTT Kalau Tidak Makan Kelor Gereja Jangan Kasih Restu Menikah

Gubernur NTT: Perempuan NTT Kalau Tidak Makan Kelor Gereja Jangan Kasih Restu Menikah

Puji Astuti Official Writer
1682

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat meminta gereja untuk mendukung program pemerintah daerah agar masyarakat membudidayakan pohon kelor dan menjadikan daun kelor menjadi sumber makanan atau sayuran utama. 

"Jadi kalau ada yang mau menikah. Para perempuannya harus makan kelor. Kalau mereka tidak makan kelor maka mereka tidak dapat restu dari pihak gereja," demikian pinta Viktor kepada gereja-gereja di NTT. 

Tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat kurang gizi dan stunting (kekerdilan) dan merubah pola pikir masyarakat NTT bahwa daun kelor adalah sayuran kelas dua, dimana mereka sering berkata bahwa kalau sudah tidak punya uang baru makan daun kelor. 

"Kalau kita mengkonsumsi kelor secara rutin maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi minum susu. Kelor di atas dari susu. Kelor harus kita propagandakan terus di NTT," demikian pernyataan Viktor saat berbicara di Rumah Jabatan Bupati Malaka di Haitimuk, Minggu (09/02/2020) malam, seperti yang dirilis oleh Kompas.com.

Ia juga menyebut bahwa pohon kelor atau marungga sebagai tanaman ajaib, dan melihat bahwa wilayah Malaka adalah tempat terbaik untuk budi daya tanaman tersebut. Karena selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, kelor juga memiliki nilai ekonomis yang bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Viktor mengungkapkan bahwa jika masyarakat bisa menanam 100 pohon kelor, maka mereka bisa menyekolahkan anak hingga jenjang S2. Hal ini karena NTT mentargetkan untuk mengekspor produk jadi dari daun kelor ke luar negeri, yang menurut pemerintah NTT pada pertengahan 2019 lalu sudah ada permintaan dari Jepang.

Selain itu daun kelor juga bisa diolah menjadi berbagai produk, mulai dari makanan, teh, hingga produk kecantikan. Semoga niat baik Gubernur NTT ini mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga NTT tak lagi dikenal sebagai daerah tertinggal, namun menjadi daerah yang makmur, dimana pemerintah, gereja dan masyarakat bergandeng tangan untuk mewujudkan hal tersebut. 

Baca juga:
Berang Wilayahnya Dijadikan Wisata Halal, Gubernur NTT Ancam Usir Pihak Pendatang
Kerjasama CBN dengan Gereja Lokal di NTT
Gubernur NTT Sebut Orang Bodoh dan Miskin Gak Bakal Masuk Surga, Loh Kog?
Gubernur NTT Dorong Pastor, Pendeta dan Suster Jadi Guru, Ini Tanggapan Pihak Hamba Tuhan!
Sumber : Kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami