Donald Trump: Saya Tidak Suka Orang Kristen Gunakan Iman Sebagai Pembenaran

Donald Trump: Saya Tidak Suka Orang Kristen Gunakan Iman Sebagai Pembenaran

Lori Official Writer
1768

Saat menghadiri Pertemuan Doa Nasional tahunan, Presiden Donald Trump dengan tegas menyampaikan kondisi yang dialaminya beberapa waktu belakangan ini. Dia mengaku sebagai orang Kristen, sulit mengikuti ajaran Yesus seperti yang diucapkan dalam Khotbah di Bukit, yang sebagian besar merupakan perintah yang bertentangan dengan yang biasanya dilakukan manusia dimana orang yang lemah lembutlah yang mewarisi bumi, tetap berbahagia ketika dianiaya dan yang tersulit adalah mengasihi musuh-musuh.


Baca Juga : Banyak Singgung Soal Kekristenan Dalam Pidatonya, Para Pemimpin Kristen Puji Donald Trump


Trump pun menyindir pihak-pihak yang terlibat dalam pemakzulan dirinya dalam beberapa waktu belakangan ini. Dia bahkan mengutuki tindakan tersebut dan mengkritisi tindakan lawan-lawan politiknya yang berkedok di balik kekristenan.

Di hadapan peserta Pertemuan Doa Nasional, Trump membagikan pemikirannya dengan lantang dan secara terbuka menekankan kepada inti pengajaran Kristen. Dia bahkan menyindir pidato Profesor Harvard dan pemimpin Think Tank Konservatif Arthur Brooks yang disampaikan sebelum dirinya.

“Arthur, saya tidak tahu apakah saya sependapat dengan Anda. Seperti yang diketahui semua orang, keluarga saya, negara kita yang hebat dan presiden Anda telah mengalami cobaan berat oleh beberapa orang yang sangat tidak jujur dan korup. Mereka telah melakukan segala yang mungkin untuk menghancurkan kita dan, dengan melakukan itu, sangat menyakiti bangsa kita,” ucap Trump.

Dia bahkan mengutuk tindakan Senator Utah Mitt Romney, yang memutuskan hubungan dengan Partai Republik pada hari Rabu lalu dan memilih untuk menjatuhkan Trump lewat kasus pemakzulannya. Dia menilai jika Romney bersembunyi di balik keyakinannya untuk mendukung pemakzulan.

“Saya tidak suka orang yang menggunakan iman mereka sebagai pembenaran untuk melakukan apa yang mereka tahu salah,” ucapnya.

Kemudian, dia menyindiri Ketua DPR Nancy Pelosi yang dikenal seorang Katolik karena mengatakan kalau dirinya kerap berdoa untuk Trump.

“Saya juga tidak suka orang berkata, “Aku berdoa untukmu’, ketika mereka tahu itu tidak benar,” katanya.

Lalu Trump menyampaikan pandangannya tentang kutipan ‘kasihilah musuhmu’ dan menilai bahwa orang beragama pun kadang bisa gagak karena kebencian.

“Maafkan saya. Saya minta maaf. Saya mencoba untuk belajar. Ini tidak mudah. Itu tidak mudah. Saat mereka mendakwamu tanpa kesalahan, kamu seharusnya suka? Itu tidak mudah, kawan. Saya melakukan yang terbaik,” terangnya.

Dia pun memperingatkan semua hadirin untuk tetap waspada dengan serangan yang mengepung agama-agama tertentu.

“Kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kita akan melindungi agama kita. Kita akan melindungi agama Kristen. Kita akan melindungi pendeta dan pendeta-pendeta kita yang hebat dan para rabi dan semua orang yang kita hargai dan kita hormati,” katanya.

Walaupun pertemuan Doa Nasional ini setiap tahunnya menjadi momen bagi para petinggi Kristen diingatkan kembali untuk membangun persatuan. Namun pertemuan doa kali ini dipakai Trump untuk menghajar pihak-pihak yang berusaha menjatuhkannya. Hal ini pun memunculkan kritikan dari banyak pihak yang mendukung Partai Demokrat. Namun menjadi hal yang dibanggakan oleh pendukungnya dari Partai Republik dan Kristen Konservatif.

Sumber : Hufpost.com | Jawaban.com

Ikuti Kami