Veronica Ruby : Kalau Suamiku Bukan Jodohku Kenapa Tuhan Persatukan?

Veronica Ruby : Kalau Suamiku Bukan Jodohku Kenapa Tuhan Persatukan?

Lori Official Writer
2718

Sejak berumah tangga, Veronica Ruby mengaku hidup seolah seperti di neraka. Dia harus hidup menderita selama 13 tahun akibat ulah suaminya.

Bayangan Veronica punya pernikahan harmonis dan bahagia ternyata gak didapatkannya. Dua tahun setelah menikah, suaminya justru berubah dan hidup semaunya.

“Harapan-harapan yang saya pikirkan, satupun sama sekali gak terjadi. Dia pulang semaunya sendiri. Ngasih uang semaunya sendiri. Hampir tidak pernah perduli apa dan bagaimana saya. Sampe saya ngomong sama Tuhan, ‘Tuhan, kalo dulu memang dia bukan jodohku kenapa waktu itu Tuhan gak gagalkan ketika kami menikah?’” ucap Veronica.

Veronica mengaku tak mengerti kenapa Tuhan harus mempersatukan dia dengan suaminya itu. Jika pada akhirnya pernikahan itu justru membuat hidup menderita. Dengan linang air mata, dia kerap mengadu atas setiap masalah yang dia hadapi ke Tuhan.

Menolak Bercerai

Meski di satu sisi Veronica harus menjalani kehidupan rumah tangga yang mengecewakan. Sebagai seorang wanita yang mengasihi Tuhan, dia tetap memegang teguh janji pernikahannya. Dia menolak bercerai apapun kondisinya.

“Satu hal yang saya pertahankan. Saya tidak mau cerai. Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan. Itu yang saya pegang!” ungkapnya.

Dia memegang teguh kebenaran firman bahwa apapun yang terjadi, pernikahan hanya bisa diceraikan oleh kematian.

Sayangnya, keyakinan teguhnya di dalam Tuhan tak cukup mampu mengubah hidup sang suami. Bahkan waktu dia menyarankan untuk pindah ke gereja dan dipercayakan mengurus kegiatan gereja bersama keluarganya. Sang suami tetap saja bergelut dengan dunianya sendiri, pergi sesuka hati dan tak peduli sedikitpun dengan keluarganya.

“Bukannya dia jadi bertobat tetapi sebaliknya, hidupnya semakin parah sekali,” terangnya.

Memilih Berdoa, Tunduk dan Melayani Suami

Kelakuan suami yang semakin menjadi-jadi membuat Veronica semakin kepahitan. Dia memilih menyerah karena sudah melakukan segalanya dengan apa yang dia bisa lakukan.

Namun berkat nasihat dan arahan dari gembala gerejanya, Veronica pun mencoba untuk belajar menjadi istri yang berdoa dan tunduk semakin itu dirasa tidak pantas.

“Saya belajar dengan air mata. Dengan hati yang hancur. Ketika dia pulang saya layani dia seadanya. Mau dia keadaan baik, mau dia keadaan mabuk, mau dia bawa uang tidak bawa uang, saya belajar, ‘Tuhan aku sanggup. Karena aku memiliki Yesus,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Veronica kerap berdoa bagi suaminya setiap hari. Dia selalu menumpangkan tangan dan berharap Tuhan ambil kendali atas hidup suaminya.


Baca Juga:

Zifky Priatelna, Pilot Kaya yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Layani Tuhan

Cerita Jennifer, Hanya Karena Tuhan Dimampukan Bertahan dari Sulitnya Single Parent


Perubahan Besar Terjadi

Perubahan besar terjadi atas hidup suaminya Stefanus setelah mereka memutuskan pindah ke kota Sragen, Solo. Di sana, mereka hidup di rumah kecil di tengah sawah. Mau gak mau sang suami punya banyak waktu luang tanpa bekerja.

Hal inilah yang memaksanya untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk membaca buku.

“Ketika dia gak punya kegiatan, sehari-hari karena suka membaca. Karena semua buku sudah dibaca, buku yang belum disentuh, buku yang belum dibaca adalah Alkitab. Jadi mungkin waktu itu dia iseng baca Alkitab tapi dari situlah, di tempat yang sunyi, di tempat yang di luar akal manusia, di tempat yang seakan-akan tidak ada Yesus, tapi di situlah suamimu ketemu Yesus, disentuh Yesus dan menjadi nge-klik dengan Yesus,” jelasnya.

Saat-saat sendiri dan menghabiskan membaca Alkitablah yang membuat Stefanus mengenal Tuhan dan bahkan semakin mengasihi-Nya. Perlahan-lahan hatinya pun dilembutkan dan hidupnya diubahkan sepenuhnya.

“Dan ketika saya membaca injil Yohanes 14 ayatnya yang ke-6, itu saya merasakan bahwa Tuhan Yesus itu adalah jalan buat saya dan juga hidup buat saya. Saya merasakan sangat damai sekali. Saya belum pernah rasakan hal tersebut ketika Tuhan Yesus benar-benar menjamah hati saya,” ucap Stefanus.

Dia menyadari bahwa apa yang terjadi terhadap pernikahannya muncul dari latar belakang keluarganya. Dia mengaku sejak kecil dirinya gak mendapatkan cukup banyak perhatian dari seorang ayah.

“Saya termasuk keluarga yang ditinggalkan bapak juga. Artinya orangtua bercerai. Jadi pengertian-pengertian nasehat untuk kebaikan itu mungkin tidak mengena sama kehidupan saya dari sejak kecil,” kata Stefanus.

Bukan hanya berasal dari keluarga bercerai. Teman-teman sepergaulannya juga turut andil membentuk kelakuan buruk Stefanus. Seperti mabuk-mabukan dan hidup sesukanya.

Sejak melihat perubahan sang suami, Veronica pernikahannya dipulihkan. Hubungan mereka mulai harmonis dan sejak saat itulah dia merasakan bagaimana rasanya kebahagiaan sejati dalam sebuah pernikahan.

Apakah kamu merasa diberkati melalui kisah ini? Apakah kamu terdorong untuk mengenal Tuhan lebih dekat? Yuk berbagi bersama konseling Sahabat 24 kami di SMS/WA 081703005566 atau telp di 1-500-224 dan 0811 9914 240 bisa juga email ke [email protected] atau lewat  Live Chat dengan KLIK DI SINI.

Sumber : JC Channel | Jawaban.com

Ikuti Kami