Inta

Official Writer
558


Kayaknya belum lama ini saya menghabiskan banyak waktu buat plesiran di akun-akun Instagram yang membicarakan soal keuangan. Tahun 2019 ini kayaknya menjadi sebuah tahun yang mencelikkan banyak orang mengenai keuangan, dibuktikan dari melejitnya jumlah akun yang secara blak-blakan bicara mengenai keuangan.

Bahkan, nggak jarang kok ada orang yang curhat mengenai keuangan mereka di media sosial. Salah satunya adalah mengenai tantangan sandwich generation alias generasi yang harus menanggung beban keuangan orang tua, sekaligus bertanggung jawab dalam keluarga kecilnya sendiri. Seakan diapit oleh dua roti keluarga, makanya generasi ini dinamakan sebagai generasi sandwich.

Kalau kita lihat, sebenarnya generasi ini memang sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. secara, kita memang paham mengenai bakti kepada keluarga, terutama orang tua. Hal ini berbeda dengan orang Barat yang menganut paham kemandirian, kemerdekaan, dan lebih individualisme.

Sejak kecil, kayaknya kita udah terbiasa melihat ada teman yang tinggal dengan kakek atau neneknya, bukan? Tentu saja, karena tanggung jawabnya cukup besar, generasi ini kemudian memiliki beragam tantangan. Terlebih di tengah isu ekonomi Indonesia yang belakangan mengatakan kalau presentasi generasi milenial yang bisa beli rumah cuma sedikit karena pendapatan mereka yang ngepas.

Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi oleh generasi sandwich.

Satu, trend masa kini yang kadang harus memaksa generasi milenial buat menjadi lebih konsumtif. Contoh aja kebiasaan nongkrong yang bisa menghabiskan 50 ribu sekali nongkrong. Kayaknya, buat sekarang ini kebutuhan kita nggak lagi cuma sandang, pangan dan papan.

Generasi sekarang ini punya trend baru seperti #OOTD yang seakan mengharuskan kita pakai baju keren, atau trend makan sehat seperti diet keto. Kalau dulu kita ke dokter buat berobat pilek atau demam, sekarang kita cari dokter buat kulit, atau ahli gizi buat menjaga berat badan.

Dua, mahalnya biaya hidup juga dinilai menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh generasi milenial. Inflasi yang semakin naik membuat kita nggak lagi bisa menikmati harga gorengan yang Rp. 500. Bahkan, uang segitu pun cuma bisa beli permen satu biji aja, benar nggak?

Tantangan ketiga adalah aktualisasi dan eksistensi. Sekarang ini, ada lho yang namanya FOMO alias fear of missing out. Karena takut nggak diperhatikan di dunia maya, ada banyak banget orang yang rela merogoh kocek dalam. Mereka harus ikutan mencoba berbagai pose, bahkan ikut beragam event seperti konser atau kelas belajar lainnya.

Tantangan di atas tentu aja nggak mudah sama sekali.

Dari tantangan di atas, berikut curhatan dari beberapa orang yang mengalami generasi sandwich.

1. Ngerasa kalau dunia ini nggak adil

Ketika melihat ada orang lain yang hidupnya bisa lebih santai tanpa harus dibebani tanggung jawab keluarga, nggak jarang generasi sandwich ngerasa kalau dunia ini nggak adil. Perasaan kerjanya sama-sama keras dan banting tulang, tapi hasilnya sangat berbeda.

2. Beban jadi anak yang dianggap paling 'sukses'

Iya, memang indikator sukses seseorang itu berbeda-beda. Namun, sukses disini dinilai secara finansial. Saat keluarga melihat kita sebagai pribadi yang sukses, kayaknya ada sebuah hukum tidak tertulis yang mengatakan bahwa orang yang paling sejahtera itu harus memberikan tunjangan buat saudara-saudara dan keluarganya.

Saya jadi ingat kalau sebuah ungkapan yang sering dikatakan oleh atasan saya, bahwa kita adalah orang yang bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Ada seorang wanita yang mengaku lelah karena hidupnya harus menanggung banyak keluarganya.

Sejak kecil, ia harus rela manggung sana-sini buat mencukupi kehidupan keluarganya. Namun, ketika ia kembali berpikir soal hidupnya, ia menyadari kalau ternyata Tuhan pakai talentanya untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Terkadang, kita ngerasa kalau dunia nggak adil. Ada orang yang tanpa kerja keras pun, dia bisa merasakan kehidupan yang nyaman. Namun, ada pula kita yang harus bekerja pagi-malam, tetapi merasa nggak ada hasil apa pun.

Namun, kita harus ingat bahwa Tuhan itu nggak pernah ninggalin kita. Ketahuilah kalau dari setiap keringat yang kita kucurkan buat keluarga, itu adalah karya Tuhan yang luar biasa. Lewat kerja keras itu, Tuhan pasti akan memakai kita dengan caraNya.

Tuhan itu selalu memperhitungkan setiap perjuangan kita. Apa pun yang terjadi hari ini, meski kondisi kita rasanya nggak adil, Tuhan itu sangat mengasihi kita. Dia memberikan tanggung jawab ini sebab Tuhan tahu kalau kita akan dipakai untuk kemuliaanNya.

Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti buat berkarya. Setiap hal Tuhan perhitungkan. Kalau menurut lagu, inilah waktunya Tuhan sedang merenda kehidupan kita.

Apakah kamu memiliki pergumulan dengan kehidupan rumah tanggamu atau masalah hidup lainnya dan rindu pertolongan Tuhan, yuk hubungi Sahabat24 sekarang juga di SMS/WA 081703005566 atau telp di 1-500-224 dan 0811 9914 240 bisa juga email ke [email protected] atau lewat  Live Chat dengan KLIK DISINI.

https://goo.gl/zUmKAM

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7234

Kanan Agustus