Naomii Simbolon

Official Writer
831


Mengingat peristiwa-perstiwa buruk yang terjadi di sepanjang tahun 2019 ini, tampaknya banyak umat Nasrani yang mulai kuatir dalam melewati Natal dan Tahun baru.

Bayangin saja, mulai dari serangan bom bunuh diri di pos polisi Kartasura, JaTeng, pada Juni lalu kemudian penusukan Menkopolhukam Wiranto pada bulan Oktober lalu hingga ledakan yang terjadi di Polretabes Medan, Sumatera Utara pada November lalu.

Nggak cuma itu, awal bulan Desember ini pun dua orang TNI harus terluka karena ledakan granat asap yang terjadi di Monas, Jakarta.

Nah, itu sebabnya demi mewaspadai hal yang sama terjadi pada Natal dan Tahun Baru nanti, Koorninator Eksekutif (Peneliti Intelijen) Universitas Indonesia, Ridlwan Habib meminta agar badan keamanan dan Intelijen tetap waspada. Dia juga meminta agar aparat keamanan agar tidak meremehkan informasi sekecil apapun, dan tetap siapa meskipun berupa pesan singkat.

Terlebih menurutnya, pimpinan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) pusat pasti sudah menyerukan kepada anggota dan pendukungnya untuk melakukan serangan di hari Natal.

Apalagi, di Indonesia sendiri ada 400-an mantan narapidana terorisme yang nggak diketahui dimana keberadaannya.

"Mohon jangan menyepelekan informasi sekecil apapun, bahkan sekadar SMS atau kode perpindahan tempat yang selama 3-4 hari tidak kita ketahui lokasinya. Itu bagi komunitas intelijen sangat vital. Karena bisa saja dalam waktu itu sesuatu (rencana serangan) disiapkan," ujar Ridlwan dalam dialog yang digelar di Jakarta hari Rabu (4/12/19) kemarin.

Ridlwan juga mengatakan bahwa komunitas intelijen selalu disalahkan karena dianggap kebobolan setiap kali terjadi serangan teroris apalagi sampai memakan korban jiwa.

Menurutnya, salah satu kegagalan badan intelijen adalah gagal mendapatkan informasi yang valid dari lapangan. Selain itu, ada 3 kegagalan lainnya yang diuraikan oleh Ridlwan dan patut di perbaiki oleh komunitas intelijen demi keamanan Indonesia.

Misalnya, ketika operator memperoleh informasi yang benar dari lapangan kemudian staf analisis intelijen salah menganalisis sehingga kebobolan.

Kemudian, ketika informasi yang diperoleh di lapangan adalah benar, dan analisanya juga sudah benar, tapi justru masalahnya ada di pengambil kebijakan dan salah menentukan tindakan, atau lengah dan terlambat mengantisipasi.

Menurut Ridlwan, peristiwa penusukan yang terjadi terhadap Wiranto pada Oktober lalu terjadi karena kelengahan intelijen dalam bertindak, padahal sudah memperoleh informasi yang benar dari lapangan.

BACA JUGA : Terkait Natal dan Tahun Baru Kali Ini, Polri Pastikan Pengamanan Yang Maksimal!

"Informasinya sudah masuk bahwa ada sel JAD (Jamaah Ansharud Daulah) di pandeglang, kemudian analisnya mengatakan ada kerawanan di daerah itu, tetapi pengambil kebijakannya, bisa saja level Kodam, level Polda Banten, tidak segera mengambil tindakan waspada. Misalnya tidak segera mengamankan keluarga penyerang itu," tutur Rdilwan.

Sementara  kegagalan terakhir yang sering dilakukan adalah ketika operasi penangkalan terhadap rencana serangan teror gagal, maka harus diikuti dengan operasi kontra-intelijen.

Hal yang sama  pun disampaikan oleh pakar ilmu keamanan dan kontra-terorisme Universitas Padjadjaran yakni Dr. Muradi.

Dia berharap sistem keamanan di Indonesia harus ketat supaya tidak termakan isu dan ssrba akurat.

" Akan ada teror akhir tahun sama sampai pertengahan Januari (2020). Tidak akan seheboh atau sebesar seperti (serangan teroris) sebelum-sebelumnya. Modelnya personal, kemudian terbatas pada figur-figur tertentu, pendekatannya bukan lagi isu Barat dan sebagainya," kata Muradi.

Sebagai umat Nasrani, mari terus berdoa buat bangsa ini. Semoga Natal di tahun ini benar-benar aman dalam perlindungan Tuhan. 

Bawa dalam doa pribadimu ya. Biar semua gereja di jaga oleh Tuhan dan Natal di Indonesia dan bangsa-bangsa meriah dalam kasihNya. Amen

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Kateryna 10 August 2020 - 18:36:52

Kalo pdt. Danny Krishna Soepangat (GBI TENDEAN Jak.. more..

0 Answer

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7233

Kanan Agustus