Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
266


Gak ada orangtua yang gak sayang sama anaknya.

Saking sayangnya, orangtua gak mau anaknya kekurangan apapun. Termasuk dalam hal uang.

Tapi tahukah kamu, kebiasaan selalu memenuhi keinginan anak sejak kecil akan uang hanya akan membuatnya jadi anak yang gak bisa bertanggung jawab. Dan bahkan sampai anak beranjak dewasapun, anak akan berpikir kalau mereka bisa mengandalkan orangtua dalam segala situasi.

Pertanyaannya adalah, ‘Kapan dan bagaimana seharusnya orangtua bisa membantu anak yang sudah beranjak dewasa dalam keuangan?’

Sebagai orangtua, ada satu atau lain waktu dimana anak-anak dewasanya memang akan butuh bantuan keuangan. Mungkin saat anak dalam keadaan sulit. Seperti saat dia harus kehabisan uang untuk renovasi rumah, atau untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Tapi saat mereka sedang dalam masalah itu, bijakkah selalu memenuhi kekurangan yang mereka butuhkan?

Di satu sisi, kamu bisa melakukannya. Tapi di sisi lain, saat hal ini jadi sebuah kebiasaan maka berhati-hatilah karena bisa jadi kamu sedang membuatnya gak bisa belajar untuk mengatasi masalahnya sendiri. Dalam artian lain, bahkan setelah dewasa atau berumah tangga pun anak gak akan bisa mandiri.

Jadi dibanding selalu siap sedia sebagai pahlawan setiap kali dibutuhkan, kenapa tidak membantunya untuk belajar?

Semakin anak dewasa, semakin besar pula batasan hubungan antara orangtua dan anak. Hal ini gak berarti mengubah hubungan dekat keduanya, tapi lebih kepada bagaimana anak bisa menjalani kehidupannya dan menghidupi hidupnya sendiri. Seiring dengan semakin dewasanya anak, orangtua juga akan semakin bertambah usia dan bahkan anak pensiun. Jadi, penting untuk memikirkan masa depan finansialmu sendiri di masa tua.

Jadi, kapan bisa menawarkan bantuan keuangan untuk anak?

Ada beberapa kondisi dimana orangtua bisa membantu anak diantaranya:

1. Saat sangat dibutuhkan

Kamu pasti mau membesarkan seorang anak yang bertanggung jawab atas hidupnya bukan?

Jadi, saat anak dalam keadaan sulit, tawarkan bantuan. Tapi denga syarat, uang yang kamu berikan bersifat pinjaman dan harus segera dikembalikan sesuai dengan kesepakatan waktu.

Hal ini akan membantu anak untuk mempertimbangkan motifnya dalam meminta bantuan keuangan.

2. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan

Orangtua bisa memberikan bantuan keuangan jika hal itu dibutuhkan untuk pendidikan dan kesehatan anak. Karena hal ini bersifat urgency jadi sudah sepantasnya sebagai keluarga bisa saling membantu.

3. Memberi uang setelah sepakat

Saat anak menikah, orangtua harus membantu hanya jika anak sepakat menerimanya. Ada saja anak yang mungkin menolak karena mereka ingin benar-benar lepas dari tanggung jawab orangtua.

Tapi di sisi lain, membiayai keperluan anak juga perlu kesepakatan bersama pasangan. Kalau suami atau istri ternyata tidak sepakat untuk membelikan anak tiket pulang di hari liburan, berarti memang jangan membantu.

Baca Juga: Tanamkan Kebiasaan Saat Teduh Pada Anak. 5 Cara Ini Bakal Sangat Membantu!

4. Bantuan yang dinegosiasi

Dalam hal ini, jenis bantuan keuangan orangtua ke anak bisa berupa negosiasi.

Misalnya, anak baru menikah. Sebagai orangtua, kamu berencana untuk memberi mereka uang muka pembelian rumah. Padahal, anak dan pasangannya sebenarnya sudah menabung untuk membeli rumah. Jadi orangtua hanya perlu menambahkan tabungan rumah mereka. Hal ini bisa membantu anak lebih mudah dalam mendapatkan rumah impian mereka.

Bedakan bantuan sebagai hadiah dan pinjaman

Perhitungan tentang uang saat anak beranjak dewasa tentu akan berbeda. Saat kecil, orangtua mungkin memberi uang ke anak sebagai bentuk tanggung jawab. Tapi saat beranjak dewasa, orangtua bisa memberi dalam dua bentuk yaitu memberi sebagai hadiah atau sebagai pinjaman.

Jadi, saat membantu anak dalam hal keuangan. Tegaslah untuk menyampaikan alasannya. Apakah itu adalah hadiah yang tak perlu dibayar atau pinjaman yang harus dilunasi.

Bagaimana kalau anak gak membayar pinjamannya?

Dalam Amsal 22: 26-27 dikatakan, “Jangan engkau termasuk orang yang membuat persetujuan, dan yang menjadi penanggung hutang. Mengapa orang akan mengambil tempat tidurmu dari bawahmu, bila engkau tidak mempunyai apa-apa untuk membayar kembali?”

Jadi, kalau ternyata orangtua sudah tahu anak sebenarnya gak akan sanggup membayar pinjamannya maka akan lebih baik tidak memberikannya.

Ingatlah bahwa menawarkan bantuan keuangan ke satu anak bukan berarti harus memperlakukan semua anak dengan cara yang sama. Karena orangtua juga perlu melihat kondisi setiap anak. Jika memang mengalami kondisi sulit yang harus dibantu, maka bantulah. Setiap anak punya masalah yang berbeda-beda, jadi tanganilah dengan cara yang berbeda pula.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Kesita 6 December 2019 - 09:12:14

mengapa ester dipakai tuhan

0 Answer

Merry Novianty 6 December 2019 - 08:04:01

terlilit hutang rentenir

0 Answer

Wahyu hlw 6 December 2019 - 00:19:01

Mengapa Musa tidak memasuki tanah kanaan

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Banner Mitra November Week 4


7259

advertise with us