Lori

Official Writer
754


Seorang pendeta asal Tennessee ditangkap di New Delhi, India dan dipastikan tidak bisa kembali ke negara asalnya karena misi pelayanannya dan dituduh bepergian tanpa dokumen lengkap.

Pendeta bernama Bryan Nerren itu adalah pemimpin Internasional House of Prayer Ministries di Shelbyville. Dia juga aktif sebagai pelatih guru sekolah Minggu untuk organisasi nirlaba Asian Children’s Education Fellowship di India dan Nepal.

Pendeta Nerren sendiri datang untuk menghadiri konferensi selama tiga minggu di India dan Nepal. Sayangnya, dia jadi sasaran dan ditangkap sesaat setelah turun dari pesawat di Bagdogra, India.

Saat itu, dia bersama dengan dua pendeta lainnya akan bertolak menuju tempat koferensi pada Sabtu, 5 Oktober 2019. Saat itu dia pun membawa sejumlah uang tunai untuk membiayai konferens di dua kota tersebut. Petugas keamanan lalu mereka barang bawaannya. Tak lama kemudian, dia dipanggil terkait uang yang ditemukan di dalam tasnya.

Dia lalu ditanyai seputar uang tersebut. Bahkan dia ditanyai soal keyakinannya. Setelah diinterogasi selama satu jam, Pendeta Nerren diijinkan terbang ke Bagdogra tanpa diberi formulir terkait uang yang dia bawa. Akibatnya, Pendeta Nerren ditangkap di Bagdogra karena dianggap bepergian tanpa dokumen dana yang lengkap. Dia lalu ditahan selama enam hari dan dipaksa untuk membayar uang jaminan. Setelah itu dia dibiarkan terlunta-lunta di India karena paspornya masih ditahan pihak bea cukai.

Baca Juga: Gak Nyangka! Dua Lembar Kertas yang Terbang di Pintunya Bikin Pria Iran Ini Percaya Yesus

Sayangnya, sidang yang ditetapkan pada 22 Oktober itu dibatalkan dan akan dilakukan pada 12 Desember mendatang.

Kondisi ini pun mendorong keluarga Pendeta Nerren mengambil langkah. Istrinya kemudian melaporkan kondisi yang dialami suami ke senator negara bagian dan berhasil bertemu dengan Departemen Luar Negeri AS dimana mereka berjanji akan memulangkan Pendeta Nerren dengan selamat ke Tennessee.

Sayangnya, proses pemulangan Pendeta Nerren dianggap tak akan mudah. Karena harus melewati pengadilan India dan sistem bea cukai untuk mendapatkan kembali paspor sang pendeta yang masih ditahan.

Sementara CeCe Heil, seorang pengacara dari Pusat Hukum dan Keadilan Amerika menyampaikan kalau hal terbesar yang harus dipahami adalah bahwa dia adalah korban.

“Pendeta Nerren seharusnya tidak semestinya menghabiskan satu hari lagi terperangkap di India setelah menjadi sasaran dan dituduh secara salah oleh agen bea cukai di New Delhi. Dia seharusnya diijinkan pulang ke keluarganya, yang dengan cemas sedang menunggunya,” katanya.


Untuk mendukung pemulangan Pendeta Nerren, warga Amerika Serikat sendiri telah membuat sebuah petisi dan yang sampai saat ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 100.00 orang.

Sementara menunggu upaya pemerintah Amerika dalam membantu proses pemulangannya, Nerren secara aktif menyampaikan pesannya melalui sosial media. Dia menulis sepenggal pesan yang membuat hati terenyuh.

“Banyak berdoa dan Tuhan akan menyatakan diri-Nya kepada kita semua. Terima kasih sudah berdoa untuk pembebasanku dan kedamaian keluargaku tanpa henti… Hal ini bukan hukuman, itu yang terjadi ketika pengikut Tuhan yang sederhana mengambil risiko untuk membawa terang ke dalam kegelapan. Kasih!” katanya.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7237

advertise with us