Inta

Official Writer
690


Kita harus tahu kalau Alkitab punya sederet nasihat agar kita bisa lebih bijak dengan uang. Setiap orang pasti punya panggilan masing-masing dalam hidupnya. Salah satunya adalah menjadi seorang pengusaha.

Seorang pengusaha merupakan seorang pemimpin yang bisa jadi memiliki lebih banyak tanggung jawab dibandingkan orang yang memilih untuk bekerja di perusahaan.  Selain cara untuk menjadi pengelola keuangan yang baik, Alkitab juga punya beberapa pedoman yang harus dimiliki oleh kita yang sedang merintis bisnis.

Bukan hanya sebagai pedoman agar kita bisa memutuskan pilihan dengan bijak atau pengelolaan keuangan, Alkitab juga menunjukkan kepada kita soal bagaimana bisa menjadi seorang pengusaha yang baik.

1. Lakukan bisnis dengan kerendahan hati

Mulai sekarang, kita harus bisa mulai realistis dengan sifat kita yang paling manusiawi: melakukan kesalahan. Setiap orang pasti bikin salah, kok. Sikap rendah hati membuat kita bisa lebih mengerti orang lain, lebih mendengarkan pelanggan, sekaligus bersikap empati kepada mereka. Punya ego yang besar nggak akan bikin bisnis kita berkembang.

Amsal 16:18, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."

Apakah ada orang yang tidak menyukai apa yang kita tawarkan? maka tawarilah mereka untuk menukarkan barangnya. Tunjukkan pada pembeli kita bahwa keberadaan kita adalah untuk membantu mereka mengatasi masalahnya. Bukankah setiap kita pengin barang atau jasa yang digunakan oleh pelanggan itu senilai dengan uang yang mereka keluarkan?

2. Singkirkan rasa malas dan rajinlah atas segala perkara

Kalau apa yang kita lakukan saat ini dirasa menghabiskan banyak tenaga, padahal kita sudah bekerja dengan sangat keras untuk itu, maka bisa jadi itu waktunya kita cari jalan keluar dari permasalahan itu. Cobalah cari hal lain yang bisa mendorong kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Namun, apa pun yang kita lakukan, cobalah untuk memelihara sikap rajin. Rasa malas nggak akan membuat kita maju.

Amsal 10:4, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya."

Kalau kita merasa lelah dengan pekerjaan saat ini, cobalah untuk mengambil jeda sebentar. Setelah itu, mulailah pola hidup sehat agar otak kembali segar.

3.  Memiliki sikap yang jujur

Ulangan 25:13, "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil."

Pada jaman Alkitab dulu, bobot merupakan ukuran standar yang digunakan untuk transaksi bisnis. Ayat di atas bicara soal kejujuran yang harus kita junjung dan tidak menipu orang lain.

Baik kita sebagai penjual, maupun mereka sebagai pembeli, harus sama-sama terbuka. Untuk itu, kita harus paham persis apa yang kita jual dan tawarkan. Kemudian, tawarkan hal tersebut kepada pembeli, dan apa yang mereka terima dalam suatu transaksi tersebut dengan jelas.

Jelaskan sedetail mungkin soal apa yang kita tawarkan. Semakin sedikit mereka bertanya soal produk kita, maka ini merupakan gambaran yang baik kalau kita sudah menjual dengan jujur pada mereka. Ingat, kita nggak boleh mengambil keuntungan, sementara orang lain hanya mendapat kerugian.

4. Kumpulkan sedikit demi sedikit

Media suka sekali menyajikan kisah inspiratif kesuksesan seseorang. Mereka yang berhasil dalam bisnis hanya dalam hitungan hari, ada yang menang lotre, bahkan ada yang menemukan barang antik dengan harga yang melambung.

Hal ini nggak jarang bikin kita pengin hasil yang instan juga. Padahal, Alkitab mengajarkan kita untuk bersabar dan mengumpulkan hasil sedikit demi sedikit.

Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."

Mungkin kita bisa mendapat rejeki nomplok, tetapi Alkitab selalu mengingatkan kita agar fokus untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit.

5.  Berani

Kita bisa kok punya sikap yang rendah hati tapi berani sekaligus. Roh Kudus dapat memberikan kita kekuatan untuk bisa menjalankan bisnis dan disiplin pada diri sendiri dalam mengelola waktu.

2 Timotius 1:7, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Jadi, apa yang saat ini kita takutkan? Kalau kita pengin bisnis kita berjalan dengan baik, maka kita harus punya akar yang kuat di dalam Kristus melalui firmanNya.

Ingatkan diri sendiri pada Matius 7:12, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Jadi, apa prinsip bisnis Alkitabiah yang perlu dipraktikan saat ini juga? Ingat kalau Tuhan mau memberkati kita, sehingga kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Untuk itu, selalu kuatkan akar kita di dalam Kristus melalui setiap firmanNya. Kita nggak akan pernah tahu bagaimana cara kerja Tuhan untuk berkarya dalam hidup kita ini, bukan? Apa pun rencana Tuhan, kita percaya kalau Tuhan pasti itu yang terbaik buat kita.

 

 

 

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7247

Banner Mitra Juli 1-2