Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
365


Setelah penayangannya, film Joker akhirnya dibanjiri oleh beragam kritikan pedas. Salah satunya adalah menyayangkan adegan-adegan yang cukup keras.

Kehidupan Arthur Fleck yang jadi pemeran Joker digambarkan dengan penuh kesuraman. Dia harus berubah jadi pribadi yang kejam dan sosok psikopat karena kondisi lingkungannya. Dia membenarkan tindakan balas dendamnya karena perlakuan yang tidak adil dari orang-orang kaya kepada orang miskin dan lemah sepertinya.

Terlepas dari konten yang dianggap berlebihan itu, film Joker sebenarnya bisa jadi pengingat bagi kita tentang bahayanya gangguan mental yang diidap oleh Joker dan yang mengubahnya menjadi seorang pembunuh yang kejam.

Hal ini disampaikan oleh pemeran utama Joaquin Phoenix dan juga sang sutradara Todd Phillips. Bahwa tujuan utama membuatan film ini adalah untuk menyikapi masalah kesehatan mental yang banyak dibicarakan belakangan ini. Dimana salah satu penyebab seseorang berubah menjadi psikopat dan kejam adalah karena mereka mengalami pengalaman tak menyenangkan dalam hidupnya. Seperti kurang kasih sayang, punya trauma di masa kecil dan mengalami perlakuan yang tidak adil.

Meskipun film ini dinilai bisa jadi contoh yang buruk bagi anak muda karena bisa meniru tindakan-tindakan nekad dan ekstrim seperti Joker. Namun dari sisi lain film ini juga perlu dipandang secara berbeda, dimana orang-orang bisa memahami bagaimana seseorang mengalami gangguan mental, salah satunya penyakit Pseudobulbar Affect atau PBA seperti yang dialami Joker. Dan bagaimana seharusnya masyarakat dalam menyikapi orang-orang yang hidup dalam masalah kesehatan ini.

“Film seperti Joker atau bahkan animasi Disney Insie Out mendorong kita untuk menangani kesehatan mental secara lebih terbuka. Tapi hal itu hanya langkah pertama. Kita perlu mendidik diri kita sendiri dan bekerja untuk menghilangkan stigma yang sudah lama dikaitkan dengan penyakit mental dan kita perlu memberikan orang lain akses untuk mendapatkan pengobatan dari ahli kesehatan mental profesional yang bisa membantu mereka,” kata Tim Clinton, pemimpin dari American Association of Christian Counselors.

Clinton menjelaskan, tujuan inilah yang selama ini berusaha diwujudkan oleh American Association of Christian Counselors selama lebih dari 30 tahun belakangan.  Mereka ingin menyediakan pengobatan penyakit mental dengan lebih baik.

Dan dengan pandangan ini, kita berharap bisa belajar mengenal lebih dekat tentang bahaya gangguan mental yang bahkan rentan terjadi kepada siapapun.

Buat yang belum nonton, mungkin bisa jadi review yang bagus untuk kamu siap menyaksikan keseluruhan alur ceritanya dengan baik. Selamat menonton!

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Helena Hotmauli Sinaga 18 October 2019 - 07:07:58

Halo.. Saya ingin bertanya, gimana sebenarnya cara.. more..

0 Answer

Reni Agustin 17 October 2019 - 23:18:07

Kata sia-sia

0 Answer

Haikal saputra 17 October 2019 - 20:06:54

Virus Bersifat......?yang Tidak Memiliki oragel or.. more..

0 Answer


Berkat Melimpah 8 October 2019 - 05:08:21
Tolong doakan supaya Tuhan beri jalan / pekerjaan ... more..

Cristian Sipahutar 1 October 2019 - 12:41:13
Perkenalkan nama saya Cristian Sipahutar, saya sdh... more..

nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

Banner Mitra Oktober Week 3


7269

Banner Mitra Oktober Week 3