Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
455


Bagi wanita yang baru menikah, hamil bisa jadi momen yang sulit dan menguji kesabaran. Pasalnya hampir 25 persen dari kehamilan muda berakhir dengan keguguran.

Keguguran tentunya menyakitkan hati para calon ibu muda. Mengingat kalau mereka memang sudah menanti-nantikan kehadiran anak pertama. Dan akan ada masa dimana calon ibu akan melewati masa pemulihan dari rasa sedih dan kehilangan. Seiring dengan kondisi itu, pasangan suami istri pasti ingin sekali segera melakukan program kehamilan kembali.

Bagi wanita yang baru keguguran, biasanya akan dianjurkan untuk menunggu tiga bulan atau lebih untuk kembali mencoba hamil. Tapi satu studi yang baru-baru in dipublikasikan menunjukkan bahwa pasangan yang mencoba untuk hamil lagi dalam waktu tiga bulan pasca keguguran justru punya peluang lebih besar untuk hamil lagi.

Studi yang dilakukan oleh National Institute of Health (NIH) ini menemukan bahwa wanita yang hamil dalam waktu tiga bulan setelah keguguran punya tingkat kelahiran hidup yang lebih tinggi daripada mereka yang menunggu lebih lama. Secara data perbandingannya adalah 53% banding 36%.

Studi ini juga menemukan kalau wanita yang hamil lagi dalam waktu tiga bulan pasca keguguran akan mengalami risiko yang lebih kecil dari terjadinya keguguran kembali.

“Kalau seorang wanita memutuskan untuk menunggu konsepsi, risiko keguguran sedikit lebih tinggi,” kata Dr Mark Trolice, seorang OB/GYN dan ahli endokrinologi reproduksi.

Perbedaan Hasil NIH dan WHO

Secara umum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan wanita yang baru keguguran untuk menunggu selama enam bulan atau lebih untuk hamil lagi. Tentu saja anjuran ini sangat berbeda dengan hasil studi NIH. Tapi salah satu alasan utama merekomendasikan hal ini adalah untuk kebutuhan psikologis calon ibu.

Saat wanita dalam kondisi tertekan secara emosional, kondisi itu sama sekali akan mengancam janin yang baru berkembang.

Hal ini sama berbahayanya dengan kondisi dimana ibu hamil hidup dalam depresi dan dukacita yang berkepanjangan. Dalam kondisi ini risiko kematian janin sangat tinggi dan gangguan mental yang akan dialami calon bayi kelak.

Meski begitu, dalam kasusnya gak semua wanita yang dilanda tekanan emosional ekstrim akan mengalami keguguran.

Baca Juga:

Di Lukas 14: 26, Yesus Ajarkan Anak Benci Ayah dan Ibunya, Kenapa Dia Melakukannya?

Jadi Ayah Baru Emang Gak Mudah, Jadi Pelajarilah 12 Hal Ini Untuk Persiapanmu

Kehamilan Berkaitan Dengan Pola Hidup

Wanita yang segera hamil tiga bulan setelah keguguran bisa saja terjadi karena pola hidup sehat yang mereka terapkan.

Misalnya, wanita yang menunggu lebih lama untuk hamil punya tingkat obesitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mencoba segera hamil.

Alasan kedua adalah wanita yang segera hamil setelah keguguran bisa juga dipicu karena faktor usia. Wanita yang berusia lebih muda punya peluang untuk lebih cepat hamil dibandingkan dengan wanita yang sudah berumur dan risikonya pun akan jauh lebih tinggi mengalami keguguran.

“Kesuburan puncak seorang wanita sebenarnya berusia pertengahan hingga akhir dua puluhan dan mulai menurun lebih cepat setelah usia 35 tahun. Karena itu, pasangan harus mulai mencoba untuk hamil segera setelah mereka siap,” kata Dr. Tom Molinaro, seorang ahli endokrinologi reproduksi dari Reproductive Medicine Associates of New Jersey.

Menangani Kasus Medis Tertentu

Jika keguguran melibatkan prosedur medis tertentu, penting untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan. Jika kondisi kandungan pada dasarnya baik, maka kehamilan segera bisa dilakukan. Sebaliknya, jika kandungan terjadi bermasalah akan lebih baik untuk menunggu untuk hamil kembali sampai kandungan dalam keadaan normal.

Salah satu kasus terjadinya masalah terhadap kandungan adalah jika wanita hamil mengalami keguguran setelah 13 minggu kehamilan. Dan hal ini terus berulang sampai beberapa kali. Akan lebih baik memeriksakan diri lebih dulu dan menunggu waktu untuk hamil kembali sesuai dengan anjuran dokter. Pasalnya, dengan segera mencoba hamil lagi bisa saja akan jadi ancaman bagi kesehatan calon ibu dan juga kandungan.

Namun jika ternyata keguguran hanya terjadi sekali dan secara psikologis calon ibu bisa melewati masa-masa kehilangan dengan cepat. Ada baiknya bagi pasangan baru untuk mencoba hamil lagi.

“Dampak keguguran pada pasangan sering kali mirip dengan kematian dalam keluarga. Di tengah masa-masa berduka ini sangat penting untuk memastikan jika calon ibu sudah pulih sepenuhnya secara emosional,” kata Dr. Trolice.

Dia juga menegaskan, kalau kehamilan bisa segera dilakukan kalau pasangan merasa mereka telah sembuh secara emosional dan calon ibu sudah pulih secara fisik.

“Mereka bisa mencoba konsepsi dalam waktu tiga bulan setelah keguguran, dengan memastikan jika calon ibu tidak mengalami keguguran berulang,” jelasnya.

Sumber : Yourtango.com | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

16. Rayhan Gardner 28 January 2020 - 10:09:46

Tokoh dalam buah roh

0 Answer

Alexander Edwardson 27 January 2020 - 08:33:26

Paus fransiskus kecam upah

0 Answer

wong jowo 26 January 2020 - 22:23:30

Peminjam tidak boleh...kepada orang lain

0 Answer


Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Ika Wiji 20 January 2020 - 17:14:09
Mohon bntuan doa dan dukungannya. Saat ini saya se... more..

King Wardi 16 January 2020 - 20:07:08
Saya mohon didoakan, agar saya mendapatkan pekerja... more..

Banner mitra januari 4


7268

advertise with us