Pasca Bom Bunuh Diri, Korban dan Jemaat Gereja Jolo Filipina Ini Gak Jera Datang Ibadah

Pasca Bom Bunuh Diri, Korban dan Jemaat Gereja Jolo Filipina Ini Gak Jera Datang Ibadah

Lori Official Writer
927

Enam bulan pasca serangan bom bunuh diri, Katedral Bunda Maria dari Gunung Karmel di Jolo, Filipina itu sudah dibuka kembali.

Pembukaan ini ditandai dengan pengamanan ketat pihak kepolisian di misa minggu lalu. Misa perdana pasca serangan bom ini dipimpin oleh Uskup Agung Gabrielle Caccia, Nuncio Apostolik Filipina dan Kardinal Orlando Quevedo, Uskup Agung Emeritus dari Cotabato. Mereka pun memberikan sambutan hangat dan pujian kepada semua jemaat yang tetap tegar pasca serangan.

Jonathan Luciano, salah satu pemimpin di Filipina menyampaikan bahwa ketegaran Kardinal Orlando bahkan telah menginspirasi orang-orang Jolo untuk tetap kuat di tengah penganiayaan.

“Kardinal Orlando menggambarkan bagaimana menginspirasi orang-orang Jolo adalah karena iman dan ketabahan mereka meskipun penganiayaan terjadi terus menerus,” katanya.

Dia juga memastikan, pasca insiden tersebut pengamanan kepolisian sudah ditingkatkan di seluruh kota.

Di minggu pertama pembukaan gereja, tampak jemaat berbondong-bondong memenuhi gereja. Bahkan keluarga korban dan korban yang selamat juga tetap hadir dalam layanan ibadah.

Meski begitu, Luciano menyampaikan bahwa gereja perlu tetap berjaga-jaga terhadap ancaman kekerasan dari kelompok teroris.

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah bahkan sudah berencana untuk membangun hubungan yang baik antarumat beragama di Filipina.

“Kita harus memperkuat hbungan antara Kristen dan Muslim. Kita bisa hidup bersama secara harmonis,” katanya.

Sumber : Christiantoday.com | Jawaban.com

Ikuti Kami