Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
532


Saat ini, kita bisa menyebut diri sebagai seorang Kristen. Apa yang membedakan kita dengan orang dunia? Ketika kita bicara soal kebaikan, bukankah di luar sana, ada banyak orang yang belum mengenal Kristus, tetapi mereka sudah banyak berbuat baik buat sesama dan lingkungannya?

Berapa banyak orang yang kita kenal di gereja, mengikuti berbagai pelayanan, tetapi baru saja keluar dari gereja, sudah mulai mengeluarkan kata yang cukup kasar karena emosi saat mengeluarkan kendaraan dari parkiran?

Yakobus 2:26, "Sebab seperti tubuh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati."

Alkitab juga menyatakan kalau kita dikenal sebagai Kristen berdasarkan buahnya. Jadi, ketika kita tidak berbuah, kita tidak berubah menjadi lebih baik, bahkan tidak bisa menguasai diri dan terus terikat dengan segala hal yang sifatnya duniawi, bukankah itu tandanya kalau iman kita ini sedang mati?

Perlu diingat bahwa iman merupakan sesuatu yang kita upayakan. Iman bisa bertumbuh seiring dengan makin intimnya kita dengan Tuhan. Dari Yakobus 2:17, iman lesu saat kita tidak lagi mengalami tanda-tanda kehidupan dari iman itu.

Untuk itu, yuk renungkan beberapa hal ini agar iman kita tak lagi lesu.

Sudahkah kita menyenangkan hati Tuhan?

Ibadah, atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai worship. Menurut Capt. Ricosetta Mafela, wirship berarti segala sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Ibadah bukan soal sebaik apa kita memuji Tuhan, atau seberapa indah melodi yang dimainkan, tetapi bagaimana cara kita berkenan di hadapan Tuhan.

Ketika kita mulai membatasi sebuah ibadah, maka kita akan kehilangan arti ibadah itu sendiri. Ibadah yang benar selalu diawali dario hati orang yang benar. Kita beribadah untuk membangun kedekatan dengan Tuhan. Berdoa merupakan hal mudah yang bisa kita lakukan. Untuk itu, mulailah dengan berdoa seperti kita mengenal Tuhan.

Hidup itu, ibadah, ibadah dan ibadah. Bukan kerja, kerja, kerja

Hal ini mengingatkan kita pada perkataan Paulus soal kematian, dalam Filipi 1:21, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

Ketika kita mulai fokus pada dunia ini, soal apa yang bisa kita dapatkan, secara tidak sadar, kita mengesampingkan Tuhan. Iman kita lesu bukan karena kita tidak rajin ke gereja, tetapi karena kita kehilangan fokus pada Tuhan.

Ketika kita menyerahkan hidup pada Tuhan, menghidupi iman kita, pasti segala hal baik akan terjadi dalam kehidupan kita. Kenapa? Karena Tuhan memberikan kita damai sejahtera dan sukacita, bukan kekhawatiran.

Ketika orang merasa khawatir, kita akan cenderung mengambil keputusan yang salah. Untuk itu, berikan hati kepada Tuhan, tempatkan Tuhan menjadi nomor satu dalam kehidupan kita, dan bangunlah iman kita setiap hari dengan beribadah kepadanya. 

Sumber : jawaban

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Dimas Diang 16 September 2019 - 13:44:33

Bagian excelnyang berisi alamat suatu sel

0 Answer

Armin Maulana 15 September 2019 - 18:57:54

Sebuah kapasitor keping sejajar diudara mempunyai .. more..

0 Answer

marsel sihombing 14 September 2019 - 20:37:08

perkataan kotor

0 Answer


Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Banner Mitra September week 3


7272

Banner Mitra September week 3