Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
630


Saat ini, kita bisa menyebut diri sebagai seorang Kristen. Apa yang membedakan kita dengan orang dunia? Ketika kita bicara soal kebaikan, bukankah di luar sana, ada banyak orang yang belum mengenal Kristus, tetapi mereka sudah banyak berbuat baik buat sesama dan lingkungannya?

Berapa banyak orang yang kita kenal di gereja, mengikuti berbagai pelayanan, tetapi baru saja keluar dari gereja, sudah mulai mengeluarkan kata yang cukup kasar karena emosi saat mengeluarkan kendaraan dari parkiran?

Yakobus 2:26, "Sebab seperti tubuh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati."

Alkitab juga menyatakan kalau kita dikenal sebagai Kristen berdasarkan buahnya. Jadi, ketika kita tidak berbuah, kita tidak berubah menjadi lebih baik, bahkan tidak bisa menguasai diri dan terus terikat dengan segala hal yang sifatnya duniawi, bukankah itu tandanya kalau iman kita ini sedang mati?

Perlu diingat bahwa iman merupakan sesuatu yang kita upayakan. Iman bisa bertumbuh seiring dengan makin intimnya kita dengan Tuhan. Dari Yakobus 2:17, iman lesu saat kita tidak lagi mengalami tanda-tanda kehidupan dari iman itu.

Untuk itu, yuk renungkan beberapa hal ini agar iman kita tak lagi lesu.

Sudahkah kita menyenangkan hati Tuhan?

Ibadah, atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai worship. Menurut Capt. Ricosetta Mafela, wirship berarti segala sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Ibadah bukan soal sebaik apa kita memuji Tuhan, atau seberapa indah melodi yang dimainkan, tetapi bagaimana cara kita berkenan di hadapan Tuhan.

Ketika kita mulai membatasi sebuah ibadah, maka kita akan kehilangan arti ibadah itu sendiri. Ibadah yang benar selalu diawali dario hati orang yang benar. Kita beribadah untuk membangun kedekatan dengan Tuhan. Berdoa merupakan hal mudah yang bisa kita lakukan. Untuk itu, mulailah dengan berdoa seperti kita mengenal Tuhan.

Hidup itu, ibadah, ibadah dan ibadah. Bukan kerja, kerja, kerja

Hal ini mengingatkan kita pada perkataan Paulus soal kematian, dalam Filipi 1:21, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

Ketika kita mulai fokus pada dunia ini, soal apa yang bisa kita dapatkan, secara tidak sadar, kita mengesampingkan Tuhan. Iman kita lesu bukan karena kita tidak rajin ke gereja, tetapi karena kita kehilangan fokus pada Tuhan.

Ketika kita menyerahkan hidup pada Tuhan, menghidupi iman kita, pasti segala hal baik akan terjadi dalam kehidupan kita. Kenapa? Karena Tuhan memberikan kita damai sejahtera dan sukacita, bukan kekhawatiran.

Ketika orang merasa khawatir, kita akan cenderung mengambil keputusan yang salah. Untuk itu, berikan hati kepada Tuhan, tempatkan Tuhan menjadi nomor satu dalam kehidupan kita, dan bangunlah iman kita setiap hari dengan beribadah kepadanya. 

Sumber : jawaban

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ety loe 13 November 2019 - 09:33:33

Bagaimana cara saya keluar dari utang yang banyak?.. more..

0 Answer

yeni farida 12 November 2019 - 18:02:54

Apa bisa bantu saya

1 Answer

Farhan nuzul 11 November 2019 - 21:37:46

Pada percobaan tersebut digunakan 2 tanaman yang t.. more..

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7273

Banner Mitra November Week 2