Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
398


Dalam pekerjaan, kita punya pencapaian yang pasti. Kita punya tujuan dengan angka yang jelas. Semuanya sifatnya obyektif. Namun, beda dengan perasaan. Sifatnya subyektif, alias tergantung versi siapa.

Apa yang dianggap cukup buat orang lain, belum tentu cukup buat kita. Hal ini kemudian yang memantik api dalam diri kita, kenapa sih kita merasa kurang, tidak seperti si A atau B? Sebelum kita menyalahkan diri sendiri dan dibuat stres karenanya, yuk ulik diri dengan mengenali 3 pemicu ini.

1. Materi, popularitas, dan cinta

Faktanya, nggak sedikit orang yang berpikir bahwa materi yang berlimpah merupakan sumber kebahagiaan. Padahal, kita tahu kalau yang namanya materi itu nggak pernah mengenal kata cukup.

Selain materi, kita juga cenderung mencari pengakuan dari orang lain. Kita berlomba-lomba mengumpulkan pujian atau jabatan. Kita menganggap kalau saat dunia mengakui kehadiran dan siapa kita, maka kita akan bahagia. Kita tahu dengan pasti bahwa selama kebahagiaan kita letakkan pada masunia, maka kita akan terus merasa capek dan kekurangan.

Cinta. Apakah cinta itu cukup? Katanya, nggak ada cinta, ya nggak hidup. Cintalah yang memberikan pengharapan, juga kebahagiaan. Tapi, nggak semua cinta itu sejati. Kita sering keliru membedakan mana cinta dan mana nafsu.

2. Membandingkan diri dengan orang lain

Jujur aja deh, siapa sih yang nggak pernah begini? Apalagi kita kenal sama yang namanya media sosial. Dengan mudah, kita bisa melihat apa yang dimiliki dengan seseorang, pun kita jadi iri karenanya. Kita tahu kalau di kehidupan ini, nggak ada orang yang sempurna. Mau tampak sesenang apa pun mereka di dunia maya, tetap saja mereka pernah mengalami yang buruk.

Tahukah kita kalau dengan membandingkan diri dengan orang lain, kita sudah bersikap tidak adil pada diri sendiri? Kita tidak sepenuhnya hidup dengan kondisi dan ujian yang sama. Seharusnya, inilah yang kita tanyakan, "Sudahkah aku menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari kemarin?"

3.  Memang nggak punya rasa cukup

Sebagaimana rasa kurang, rasa cukup pun sikapnya sangat subyektif. Kita bisa menilai sesuatu itu cukup saat kita berkata kalau itu cukup. Tahukah kamu kalau salah satu kunci kebahagiaan adalah dengan merasa cukup dengan apa yang dimiliki?

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Tuhan itu sangat baik kepada kita. Ketika Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, itu artinya Tuhan punya rencana yang indah buat hal itu. Jadi, apa yang membuat kita merasa kekurangan sekarang? 

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer

Aris Anto 18 November 2019 - 17:31:20

Is that...................(you)house?

0 Answer

Roi Tarihoran 18 November 2019 - 03:09:04

Apakah yang saya lakukan. Dengan situasi saya ini,.. more..

1 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7267

Banner Mitra November Week 2