Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
401


Seorang siswi berusia 10 tahun di Inggris berani bersuara soal pendapatnya tentang LGBT. Sebelumnya, ia melontarkan komentar yang dianggap homofobia dalam kelas LGBT di sekolahnya. Karena komentarnya tersebut, Kaysey dan seorang teman kelasnya, Farrell, diskors dari kelas tersebut.

Ketika dianggap melontarkan komentar homofobia tersebut, Kaysey bahkan menjelaskan bahwa dia sendiri tidak tahu apa itu arti dari homofobia.

Guru mereka, Susan Papas menjelaskan pada kedua murid ini bahwa pelajaran LGBT merupakan bagian dair kurikulum dan tidak bisa menolak keluar dari kelas tersebut. Sebab kelas ini dilindungi oleh Pusat Hukum Kristen yang memperjuangkan kebebasan beragama di Inggris. Namun, kedua anak ini masih dengan berani membela iman percaya mereka di usianya yang masih sangat kecil ini.

Baik Kaysey maupun Farrell dicap bahwa mereka adalah homofobia dan dituduh telah membuat komentar anti LGBT di kelas. Bahkan, guru menuduh mereka ingin membunuh orang LGBT.

Kedua anak itu mengatakan kalau mereka tidak pernah mengatakan itu, dan mereka menolak pernyataan itu ketika guru mereka mendesak dengan pertanyaan, "Apakah kalian ingin mereka mati?"

Kaysey mengungkapkan kalau dirinya tidak tahu arti homofobia sampai akhirnya sang guru menjelaskan sendiri artinya.

"Saya bingung ketika dia mengatakan bahwa saya menjadi sangat homofobia. Saya bukan seorang homofobia. Saya hanya menentang kalau kelas LGBT itu menjadi kurikulim di sekolah. Saya pikir mereka sedang mencoba untuk membuat anak-anak kebingungan. Sebelumnya, anak-anak tahu tentang siapa mereka. Tetapi sekarang mereka tidak," terang Kaysey, dikutip dalam sebuah video yang diunggah oleh Christian Concern.

"Ini sangat mempengaruhi anak-anak. Sekarang mereka kehilangan kepercayaan dirinya masing-masing, bahkan cara berpikirnya, 'Kenapa saya begini, kenapa saya tidak bisa menjadi seperti orang lain?"

"Guru berkata kalau ini merupakan hal baik untuk anak-anak. Tetapi sejak pembelajaran ini diajarkan di kelas, anak-anak sekarang menghadapi pilihan soal jenis kelamin mereka," tambah Kaysey.

Meskipun Kaysey Farrel diskors dari sekolah karena mengungkapkan kebenaran, Heavers Farm Primary School menunjukkan sikap saling mengormati lewat situs webnya.

"Di sekolah kami, kami telah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di mana anak-anak bisa menyuarakan pendapat dan membuat pilihannya sendiri."

Lebih dari 23.000 orang telah menandatangani petisi untuk mendukung Kaysey dan siswa lainnya yang berani untuk menghapuskan mata pelajaran LGBT.

Sumber : CBN

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

dian nugroho 20 October 2019 - 22:26:17

Selam

0 Answer

Dokam 20 October 2019 - 19:42:41

Apakah benar surga kecil itu ada di telapak kaki i.. more..

0 Answer

isooy channel 19 October 2019 - 15:40:46

apa perbedaan join di ownerkedasbeauty sama di pro.. more..

0 Answer


Berkat Melimpah 8 October 2019 - 05:08:21
Tolong doakan supaya Tuhan beri jalan / pekerjaan ... more..

Cristian Sipahutar 1 October 2019 - 12:41:13
Perkenalkan nama saya Cristian Sipahutar, saya sdh... more..

nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

Banner Mitra Oktober Week 3


7270

Banner Mitra Oktober Week 3