Hidup Itu Hanya Sementara, Selagi Ada Waktu Temukanlah Kebenaran di Dalam Tuhan

Hidup Itu Hanya Sementara, Selagi Ada Waktu Temukanlah Kebenaran di Dalam Tuhan

Lori Official Writer
          1538

Yohanes 1: 4

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 16; Matius 16; Amos 1-2

Sembari duduk di halaman belakang rumah kami untuk menikmati sarapan, aku dengan damai menyaksikan pohon-pohon palemku dihembuskan oleh angin pegunungan.

Keragaman hidup itu luar biasa. Kolibri kami berusaha menakuti pesaing mereka menjauh dari toples makanan. Tampak seekor burung hitam tropis yang besar sedang spa di sebuah pemandian.

Tiba-tiba aku mendapat ilham saat lebah madu muncul dan mulai meneguk air dari pancuran yang mengalir di sebelah meja sarapan kami. Pola yang membuatku kewalahan adalah burung dan lebah bahkan memercikkan kehidupan.

Dengan susah payah, aku melanjutkan melahap pancake dan baconku. Aku berhenti sejenak mencoba memahami penemuan ini.

Makhluk-makhluk itu sama uniknya. Mereka hidup. Saat salah satu lebah madu tiba-tiba mulai tenggelam, aku menjadi sedih terlebih aku gagal menyelamatkannya.

Aku merasa lebih banyak kehilangan daripada yang aku harapkan. Aku merasa seolah-olah dunia menjadi sedikit berkurang tanpa lebah itu. Ini adalah perasaan baru bagiku.

Setiap makhluk hidup berharga. Mereka hidup dan kemudian mati. Mereka punya sesuatu yang bisa ditularkan dalam hidup dan kemudian hal itu akan hilang.

Kolibriku beratnya setengah ons dan hidup satu atau dua tahun. Burung hitamku hidup lebih lama. Lebahku hidup semusim. Kembang sepatu, bunga bugenvil dan mawar di halamanku juga punya musimnya. Mereka semua akan lenyap.

Manusia akan tetap bernapas selama hidup dan akan lenyap setelah menarik napas terakhir.

Puji Tuhan. Yohanes 3: 16 mengungkapkan bahwa kasih Tuhan yang tak berkesudahan memberi kita kehidupan rohani yang kekal bagi mereka yang percaya pada apa yang Yesus lakukan di kayu salib.

Mengakui dosa kita dan berpaling darinya saat kita membuka pintu hati memungkinkan Yesus untuk masuk bersama firman dan Roh-Nya. Kedatangan-Nya di dalam hidup kita akan memberi jaminan kehidupan kekal bagi roh kita yang tak material. Tidakkah kita harus bersukacita sudah diberikan hidup dalam kelimpahan di pesta ulang tahun kedua kita.

Aku menyadari satu hal soal hidup bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Tanpa Dia, tak akan ada kehidupan (Yohanes 1: 3-4). Yesuslah yang menopang kehidupan kita (Ibrani 1: 3).

Tak ada yang terjadi tanpa Tuhan menyebabkan atau mengijinkannya terjadi. Seorang Ayub telah belajar soal kebenaran yang tetap untuk melalui pengalaman ini. Apakah kita juga bisa melaluinya?


Hak cipta Bob Segress, Ph.D, digunakan dengan ijin Cbn.com

Ikuti Kami