Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
311


Sabtu pagi, 13 Juli 2019 lalu, sebuah pertemuan antara Jokowi dan Prabowo menjadi sorotan yang ramai dibicarakan di berbagai media. Dengan memilih sebuah tempat yang tidak biasa, yaitu gerbong MRT, terlihat Pak Jokowi dan Pak Prabowo mengobrol dengan akrabnya.

Suasananya sangat cair dan hangat, sungguh menyejukkan. Tanpa ada lagi pertarungan sengit, nggak ada kompetisi yang melelahkan untuk merebut hati rakyat Indonesia di Pilpres 2019 lalu. Pertemuan mereka di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta ini ternyata mengantarkan kita pada berbagai pelajaran soal sebuah hubungan.

Selain beralasan karena Pak Prabowo yang belum pernah sama sekali menaiki MRT, ternyata ada banyak arti yang bisa kita pelajari dari kedua pertemuan ini.

1.  Tetapkan tujuan

Baik Pak Prabowo maupun Pak Jokowi sama-sama bekerja untuk Indonesia, punya cita-cita yang sama, untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Lewat pertemuan mereka di MRT, kendaraan yang baru dan cepat, diharapkan kita bisa melakukan percepatan untuk Indonesia yang maju dan adil, dengan Bhineka Tunggal Ika sebagai relnya.

Tujuan kita sebagai orang percaya jauh lebih besar daripada sebuah prestasi, karir, atau ambisi. Paulus mengatakan kalau hidup kita ini adalah untuk Kristus. Memuliakan Allah adalah tujuan utama kita hidup. Cara kita memuliakan Allah adalah lewat setiap hal yang kita kerjakan saat ini. Dengan begitu, kita bisa membangun kedekatan dengan Kristus.

2. Menghapus kebencian dengan sikap yang dewasa

Sejak awal tahun 2019 ini, kita udah banyak dihadapkan dengan banyak ujaran kebencian yang memihak. Setelah disuguhkan potret akrab di MRT, kita juga diperlihatkan foto mereka berdua yang sedang mengobrol dengan hangat di meja makan. Inilah sebuah komitmen dari kedua belah pihak, dimana mereka akan bekerja bagi rakyat, sesuai dengan porsinya masing-masing.

Kini, lewat foto akrab mereka berdua, kita menyadari kalau kebencian nggak akan membawa kita kemana pun. Yang ada, hanya akar pahit yang bersarang dalam hati. Kebencian nggak cuma merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain.

3. Pengharapan mengantarkan kita pada hasil yang tidak mengecewakan

Kita mengetahui kalau kehidupan ini nggak akan selalu mudah. Setiap tujuan pasti punya perjalanannya masing-masing. Ada yang jauh, atau dekat. Selama kita bisa menikmati proses perjalanannya, maka percayalah kalaui hasil itu tidak akan mengkhianati proses.

Ketika kita sudah mengetahui tujuan yang jelas, kita menyadari betul jalan yang harus di tempuh. Tentu saja, dalam perjalanan itu, kita belajar untuk menaruh pengharapan pada Kristus, dimana ketika kita menaruh setiap masalah di kaki Kristus, semua hal tidak akan menjadi sia-sia.

 

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Yones 25 August 2019 - 01:13:05

Upah mengikut Yesus

0 Answer

Gelatik Senja 22 August 2019 - 23:33:40

Cara mengendalikan hawa nafsu

0 Answer

Samu Vastro 22 August 2019 - 23:11:21

Hormati

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 4


7271

Banner Mitra Agustus Week 3