Penerimaan, Satu Cara Ampuh Buat Satu Cara Hilangkan Depresi

Penerimaan, Satu Cara Ampuh Buat Satu Cara Hilangkan Depresi

Inta Official Writer
1006

Sebelum memulai aktivitas di kantor, biasanya kami akan menghadiri chapel harian. Ada satu chapel menarik yang berkesan buat saya, dimana teman-teman sekerja diminta untuk sharing soal depresi dan bagaimana cara keluar dari depresinya.

Spontan, saya berpikir kalau ternyata setiap orang itu pasti pernah mengalami rasanya ditinggalkan, merasa tidak punya harapan, bahkan nggak jarang pikiran untuk bunuh diri untuk muncul. Rasanya mudah banget bilang ke sesama, kok bisa sih, cuma gara-gara putus cinta aja bisa depresi. Kita mulai membandingkan apa yang mereka alami dengan apa yang kita alami.

"Masalah orang itu sih nggak seberapa kalau dibandingkan dengan masalah kita," nggak jarang komentar tersebut terlontar dari kita buat mereka yang sedang berbeban berat.

Belakangan ini, media sosial juga mulai marak menyuarakan bahwa depresi itu nyata. Wikipedia mencatat kalau depresi merupakan sebuah kondisi media berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang.

Depresi itu real, lho. Berapa banyak berita yang kita baca, ada orang yang memutuskan untuk bunuh diri karena depresi? Depresi itu nyata, sering membuat kita mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan hal lainnya.

Sehingga kalau dibiarkan, penderita bisa memutuskan untuk bunuh diri.

Satu pertanyaan yang perlu kita jawab: di manakah kita?

Pada akhir chapel, kita kembali diingatkan pada Kejadian 3:9, "Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: 'Di manakah engkau?'"

Tuhan mencari Adam tempat setelah ia melakukan kesalahan dengan memakan buah pengetahuan. Kita yakin kalau Tuhan adalah pribadi yang maha lihat, sehingga masa sih Tuhan harus nanya dimana keberadaan Adam?

Tuhan kita adalah pribadi yang penuh kasih. Ia bertanya ‘Di manakah engkau’ tepat setelah Adam membuat kesalahan, bukan langsung menghukung kesalahannya tersebut. Coba bayangkan kalau misalnya Adam tidak menyalahkan Hawa, atau Hawa tidak menyalahkan ular dan langsung mengaku.

Sebagai pribadi yang penyayang, bukankah sangat mungkin kalau manusia tidak akan diusir dari Taman Eden saat itu?

Sebelum kita berada jauh dan hanyut dalam perasaan depresi, cobalah untuk menjawab pertanyaan Tuhan, ‘Di manakah Engkau?’ Menerima segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan titik awal untuk kita terbuka kepada Tuhan, dan mulai menghitung apa yang kita miliki.

Kita percaya kalau Tuhan mau setiap kita memiliki perasaan yang sukacita dan damai sejahtera. Dia adalah orang yang paling tahu kita, bahkan sebelum kita lahir ke dunia ini.

Satu hal yang perlu dia butuhkan dari kita adalah kesediaan kita untuk menerima keadaan, mengaku posisi kita dihadapan Tuhan. Ceritakan pada Tuhan, mengadulah. Mintalah pertolongan dari Tuhan. Sebab Tuhan kita adalah pribadi yang penuh kasih.

 

Sumber : jawaban

Ikuti Kami