Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
361


Mantan presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie mengingatkan masyarakat pentingnya memiliki keseimbangan antara pengetahuan, budaya dan agama. Dia menilai hal ini penting karena ada banyak kasus yang terjadi dimana orang berpendidikan pun kadang tak memiliki moral yang baik. Sebaliknya, orang-orang beragama menjadi lebih sensitif dengan agamanya tanpa memiliki pandangan berbeda saat menyikapi satu hal.

“Ada orang berpendidikan hebat, tapi pembudayaan negatif, itu bahaya itu. Tapi ada juga orang yang berpengetahuan top, budaya, pendidikan juga, kalau itu ada, baik dan bagus. Jadi itu kita lihat ada sinergi 3 elemen yaitu agama, pendidikan dan budaya,” kata Habibie saat menghadiri acara peluncuran ‘The Habibie IInstitute of Public Policy and Governance (HIPPG) di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (25/6).

Dia menjelaskan hal ini penting bagi kehidupan bernegara. Karena di dalam demokrasi, perilaku manusia dan sumber daya manusia (SDM) harus dibarengi dengan pengetahuan, budaya dan agama. Sehingga dalam kehidupannya sehari-hari setiap orang bisa sama-sama menguntungkan.

“Demokrasi kaitannya dengan manusia. Manusia itu kalau mau berkembang, mau tingkatkan produktivitas maka dia mau tidak mau harus berperilaku sesuai dengan budayanya. Jadi SDM itu kita harus kembangkan, agar supaya perilakunya dalam budaya, dan bersinergi dengan agamanya masing-masing, itu bari benar-benar menguntungkan bagi manusia,” terangnya.

Baca Juga:

Whatsapp Bakal Diawasi Pemerintah, Komnas HAM Malah Gak Setuju. Ini Sebabnya…

Penutupan Warung Anjing di Karanganyar Bukan Soal Agama, Bupati Sebut 2 Alasan Ini...

Dengan memiliki kekayaan budaya, masyarakat diyakini akan mudah menerima perbedaan yang ada. Sebagaimana halnya perbedaan yang ada di Indonesia. Dengan tetap menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, masyarakat juga menghormati UUD dan Pancasila.

“UUD dan Pancasila adalah aset bangsa, dan kita tidak mengenal SARA dan tidak mengenal perbedaan suku dan ras. Lalu, demokrasi pembangunan dan governasi itu harus kita perbaiki,” katanya.

Ya, sebagai umat beragama kita tak bisa puas hanya dengan mendalami pengajaran agama kita. Keyakinan harus ditopang oleh pengetahuan atau wawasan yang luas. Sehingga kita menjadi orang-orang beragama yang cerdas dan gak mudah disulut oleh api permusuhan.

Sumber : Detik.com | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

marsel sihombing 14 September 2019 - 20:37:08

perkataan kotor

0 Answer

Satra Zebua 12 September 2019 - 21:02:16

Apa artinya saya hidup

0 Answer

Miracle 12 September 2019 - 12:21:26

Pohon hawar

0 Answer


Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Banner Mitra September week 2


7269

Banner Mitra September week 2