Lori Mora

Official Writer
675


Sejak pekan lalu, topik rencana patroli Whatsapp oleh Lembaga Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri marak dibahas oleh semua pihak. Hal ini muncul setelah Polri mengaku akan mulai melakukan patroli siber Whatsapp untuk menekan peredaran hoaks di sejumlah grup.

Meski tujuannya baik, tak semua masyarakat yang ternyata setuju dengan rencana ini. Komnas HAM, misalnya, justru mengaku kuatir jika aturan ini bisa melanggar hak privasi masyarakat dan membuat mereka kehilangan kemerdekaan dalam berkomunikasi.

“Ya, itu melanggar hal privasi dan dikhawatirkan mengurangi kemerdekaan individu, individual liberty,” kata Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM, Minggu (23/6).

Ahmad menyarankan, harusnya pemerintah fokus saja kepada pihak yang diduga melakukan tindak pidana. Dengan cara ini privasi masyarakat jauh lebih terlindungi.

Senada dengan itu, Lembaga Amnesty Internasional Indonesia (AI) juga merasa jika patrol Whatsapp hanya akan bertentangan dengan HAM.

“Jika patrol WA atas nama ‘keamanan nasional’ dilakukan tanpa prosedur hukum yang demokratis, maka itu bisa jadi pelanggaran serius terhadap ruang-ruang privasi warga negara,” ucap Usman Hamid, Direktur AI Indonesia.

Alih-alih melakukan cara itu, kata Usman, akan jauh lebih baik bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat soal cara menggunakan media sosial yang baik dan benar.

Baca Juga:

Penutupan Warung Anjing di Karanganyar Bukan Soal Agama, Bupati Sebut 2 Alasan Ini...

Menengok Pesona Gereja Tua Pniel Bitung yang Penuh Sejarah

Menyikapi beragam penolakan ini, Polri menjelaskan bahwa rencana patrolI WA ini dilakukan lewat penyelidikan terhadap tankapan layar (screen capture) percakapan grup yang beredar saja. Sehingga Polri tak sembarang masuk ke grup WA orang tertentu dan mengawasi semua percakapannya.

Seperti contoh, saat percakapan Whatsapp di screen capture dan disebarluaskan ke Facebook atau Twitter. Maka Polri akan mulai menyelidiki terkait capture tersebut.

“Jadi tidak bisa begitu saja kita masuk (ke grup Whatsapp), jadi semuanya harus dalam melalui prosedur dan mekanisme hukum,” kata Kombes Asep Adi Saputra, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri.

Sementara menkominfo Rudiantara mendukung sepenuhnya rencana tersebut. Dia menilai langkah ini diambil dengan dasar hukum yang jelas.

Nah, sekarang Jawaban.com mau bertanya kepada semua pembaca. Apa kalian juga setuju dengan rencana Patroli Whatsapp ini? Yuk, sampaikan alasanmu di kolom komentar di bawah artikel ini.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer

Ning Ng 21 April 2020 - 01:06:59

Kesaksian mendapat anak

0 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra Mei 2


7257

Banner Mitra April Week 3