Puji Astuti

Official Writer
977


Penembakan terjadi saat misa di Burkina Faso menewaskan seorang pastor dan lima orang jemaat di gereja Katolik, Burkina Faso pada Minggu, 12 Mei 2019. Penembakan terjadi pukul 9 pagi saat misa masih berlangsung.

“Sekitar jam 9, saat misa, sekelompok orang bersenjata masuk ke gereja Katolik,” demikian ungkap Ousmane Zongo, Walikota kota Dablo. “Mereka mulai menembaki saat jemaat berusaha melarikan diri.”

Menurut Zongo, pelaku berjumlah sekitar 20-30 jemaat dan berusaha mengurung jemaat. Para pelaku kemudian membakar gereja, beberapa toko dan sebuah kafe kecil sebelum pergi menuju ke tempat pusat kesehatan dimana mereka membakar kendaraan kepala perawat.

“Ada suasana kepanikan di seluruh kota,” jelas Zongo, seperti yang dirilis Theguardian.com.

“Orang-orang bersembunyi di rumah mereka, tidak ada yang keluar. Toko-toko ditutup. Secara praktis ini adalah kota hantu,” tambahnya.

Bantuan keamanan dikirimkan dari kota Barsalogho, sekitar 45 kilometer selatan DOblo, mereka menyisir wilayah tersebut. Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah pasukan khusus Perancis membebaskan secara paksa 4 orang asing yang menjadi sandera di utara negara itu dalam sebuah operasi satu malam yang menewaskan dua orang prajurit.

Operasi khusus tersebut diperintahkan setelah dua turis Perancis menghilang pada 1 Mei 2019 lalu di wilayah terpencil Pendjari National Park.   Prajurit Khusus Perancis bahkan menemukan 2 sandera lain, seorang wanita berkebangsaan Amerika dan Korea Selatan.

Baca juga : 

Presiden Trump Ajak Amerika Gunakan Kuasa Doa Untuk Hentikan Kekerasan & Terorisme

Pria Ini Ungkapkan Rasa Dukanya Kehilangan Putra Semata Wayang di Bom Paskah Sri Lanka
Burkina Faso sendiri adalah sebuah negara yang bergejolak dengan berbagai serangan berdarah dari beberapa kelompok Islam radikal, termasuk kelompok Ansarul Islam, Group to Support Islam and Muslim (GSIM) dan (ISIS) di wilayah Sahara. Mereka bukan hanya menyerang kelompok Kristen saja, namun juga orang-orang Islam lainnya, terutama yang berada di wilayah utara.

Daerah-daerah yang dulu menjadi kolonial Perancis ini mendapatkan bantuan tentara dari Perancis sebanyak 4500 prajurit untuk mengamankan wilayah Mali, Burkina faso, Nigeria dan Chad. Pasukin ini mendapatkan misi dengan kode Barkhane untuk membantu prajurit lokal menumpas kelompok jihad tersebut.

Mari berdoa bagi negara-negara yang saat ini dalam kondisi krisis karena gerakan dan serangan dari kelompok Islam radikal. Bukan hanya negara-negara di Afrika, namun juga Timur Tengah, Eropa, dan Asia.

Sumber : Theguardian.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7253

Banner Mitra Juni Week 1-2