Inta

Official Writer
975


Ada seorang ibu yang duduk sambil menahan air mata bersama seorang ibu lainnya. Ibu yang sedang sedih tadi berkata, "Maaf yaa, kok aku jadi cerita semuanya ke kamu sih. Aku tahu kok, anakku yang cuma dua orang aja udah bikin aku nangis gini. Gimana kamu yang punya 4 orang anak, ya?"

Kayaknya pembicaraan di atas nggak jarang kita dengar. Apalagi, informasi yang tersebar di internet tentang bagaimana harus menjadi orang tua rasanya sudah sangat bising di telinga kita. Sadar atau tidak, sebagai orang tua juga jadi sering membandingkan diri dengan orang tua lain.

Sebagai orang tua, memang sangat mudah rasanya buat membandingkan diri dengan orang lain. Kita pikir, kita harus jadi seperti mereka untuk bisa membesarkan anak dengan baik. Padahal, menjadi orang tua saja sudah susah, lho.

Nah, setiap kita mau mulai membandingkan diri dengan orang tua lain, yuk ingatkan dengan 3 alasan ini.

Yang kembar aja bisa beda banget, apalagi sesama orang tua yang memang kita berbeda

Pun kita punya anak yang seumuran dan jumlah anak yang sama, nggak berarti tanggung jawab atau kepribadian anak-anak tersebut bisa disamakan. Mungkin orang tua A bisa memberikan ASI secara eksklusif selama 2 tahun, sementara kita tidak.

Rasanya nggak adil banget kalau kita menyamakan apa yang orang lain rasakan dengan apa yang kita rasakan.  Anak kita baru bisa membaca pada usia 6 tahun, sementara ada anak lain yang sudah bisa membaca sejak berusia 4 tahun. Setiap anak itu unik. Dan kita, sebagai orang tua juga unik.

Kita harus memberikan jeda buat diri sendiri dan orang tua lain

Ketika kita melihat ada orang tua yang melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kita lakukan, cobalah untuk tidak berpikir buruk terhadap mereka. Contohnya, ketika ada anak merengek mainan, ibunya langsung memberikan keinginannya tersebut, kita langsung membatin, "Kok langsung dikasih, sih? Nanti anaknya jadi kebiasaan begitu, lho."

Setiap kita pasti pernah merasa menjadi orang tua gagal ketika mulai membandingkan diri dengan orang lain. Selalu ingatkan pada diri kalau nggak ada satu orang pun yang sempurna, dan nggak ada orang yang selalu benar setiap saat. Ketika sudah melakukannya, selalu ingatkan pada diri untuk terus maju dan tidak menyesal akan kesalahan yang telah dilakukan.

Daripada membandingkan, kenapa tidak memulai tindakan yang berbeda?

Saat ada anak tetangga yang datang ke rumah dan bersikap sangat sopan, nggak jarang kita membandingkannya dan menganggap kalau sikap anak kita nggak begitu baik. Padahal, ini bisa jadi arti kalau kita perlu mengajarkan soal sopan santun yang lebih kepada anak-anak.

Daripada membandingkannya dengan orang lain, dan menghakimi diri kita dengan cara yang nggak baik, kenapa nggak mulai untuk mencontoh sikap anak orang lain dan bertanya soal bagaimana bisa mendidik mereka demikian?

Mengasuh anak itu nggak mudah dan nggak akan ada orang lain yang akan mengatakan sebaliknya. Nah, salah satu cara untuk mempermudahnya adalah dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Soal pola asuh anak, tidak ada yang langsung menjadi ahli. Kita semua perlu belajar untuk bisa mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. 

Sumber : PICNICC


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7244

Banner Mitra Juli 1-2