Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
938


Selama sepekan ini, kasus intoleransi yang dialami oleh seorang seniman di Yogyakarta, Slamet Juniarto jadi perbincangan hangat di berbagai media utama.

Kali ini, intoleransi yang dialami Slamet berasal dari warga di Dusun Karet, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Warga menolak keberadaannya lantaran perbedaan keyakinan yang dianutnya.

Sebagaimana diketahui, Slamet dan keluarganya beragama Katolik. Sementara mayoritas warga daerah itu adalah Muslim. Dengan merujuk pada peraturan yang katanya sudah disepakati oleh semua warga, dusun tersebut tidak boleh ditinggali oleh warga berbeda agama.

Aturan yang dimaksud adalah peraturan desa di Padukuhan Karet bernomor 03/Pokgiat/Krt/Plt/X/2015. Aturan itu disahkan pada 19 Oktober 2015 dan ditandatangani oleh Ketua Dusun Karet, Iswanto dan Ketua Pokgiat Ahmad Sudarmi.

Namun setelah kasus ini jadi pergunjingan, Bupati Bantul Suharsono pun angkat bicara dan menyelesaikan masalah tersebut. Dia menyebut bahwa penolakan berdasarkan aturan tersebut tidak sesuai dengan aturan hukum yang ada di tingkat yang lebih tinggi.

Dengan tegas, Bupati Suharsono akhirnya mencabut aturan tersebut. Solusi ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah yang dialami Slamet dan warga Dusun Karet setempat. Dia juga berharap supaya kasus intoleransi serupa jangan lagi terulang di Bantul.

“Sudah saya copot. Saya cabut. Enggak boleh (melarang nonmuslim tinggal),” ucapnya.

Baca Juga:

Pemotongan Salib Nisan di Yogyakarta Bikin Geger, Berikut Fakta-faktanya…

Tak Terima Jalan Solo Ini Mirip Salib, Ratusan Ormas Agama Turun ke Jalan 

Kini, Slamet Juniarto, istri Maria Florentina Priyati dan keempat anaknya telah diijinkan tinggal di rumah kontrakan mereka.

Baginya, pengalaman ditolak ini adalah yang pertama kali sejak memutuskan menetap di Yogyakarta pada tahun 2001. Selama tinggal di sana, seniman asal Semarang ini mengaku sudah berpindah kontrakan selama 14 kali. Namun sejak pindah ke Dusun Karet inilah dia baru mendapat perlakuan yang tidak baik dari warga.

Kasus-kasus penolakan terhadap warga Kristen di Yogyakarta belakangan ini semakin meningkat. Karena itu, diperlukan keseriusan pemerintah dalam mengatasi kasus semacam ini. Sebab, jika dibiarkan maka akan berujung pada perpecahan antarumat beragama dan pelanggaran hak warga negara yang setara di mata hukum.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

agung setiawan 21 August 2019 - 14:27:12

Sebuah mesin yang bekerja menurut daur carnot men.. more..

0 Answer

George 21 August 2019 - 06:36:40

Puasa daniel yang benar

0 Answer

dewan toro 21 August 2019 - 06:27:14

Saben omah kudu duwe .... Uwuh

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7274

Banner Mitra Agustus Week 3