Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
707


Menanggapi pelaku teror bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina seminggu yang lalu, Polri bekerjasama dengan kepolisian Filipina untuk mengungkap siapakah pasangan suami istri dari Indonesia tersebut. Apakah mereka benar-benar pelakunya atau nggak.

Tindakan yang akan dilakukan adalah tes DNA. Tetapi sayangnya sampai sekarang tampaknya hal itu belum kunjung dilakukan oleh pihak Filipina karena kondisi fisik pelaku sangat hancur.

Padahal dengan melakukan tes DNA, mudah untuk mengidentifikasikan jasad bomber tersebut. Supaya terbukti, setidaknya apakah benar pelakunya berkewarganegaraan Indonesia.

"Belum (ada hasil tes DNA). Karena, mohon maaf ya, itu bodi pelaku betul-betul hancur karena (ledakan) itu high explosive, jadi serpihan" kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019), dikutip dari detik.com.

Dedi mengatakan, karena jasad pelaku sudah berbentuk serpihan, tim identifikasi harus teliti dalam memilih potongan tubuh yang sesuai dengan jaringan. Kalau sampel DNA ber berhasil diidentifikasi maka tahap selanjutnya adalah mencari DNA pembanding supaya bisa mengungkap indentitas pelakunya.

Menurut Dedi, proses menemukan DNA ini akan melalui proses yang panjang.

"Itu betul-betul harus menemukan DNA. Kalau DNA ketemu, prosesnya panjang, siapa yang miliki garis DNA langsung terhadap yang diduga. Harus menemukan pihak keluarga, siapa orang tuanya, siapa keluarga dan pembandingnya. Kalau sudha ada kesamaan, baru dipublish," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyebut bahwa pelaku teror tersebut adalah pasutri Indonesia yang dibimbing oleh kelompok Abu Sayyaf.

Dia juga mengatakan bahwa pelaku ini memberi contoh buruk dan mempengaruhi terors Filipina untuk melakukan bom bunuh diri.

Pemerintah Indonesia pun menyayangkan pernyataan itu, dan meminta pemerintah Filipina untuk sabar menunggu sampai hasil identifikasi keluar dan menyatakan apakah benar, WNI terlibat dalam insiden ini.

Semoga pelakunya segera di temui ya! Karena insiden ini, nama Indonesia di Filipina jadi cukup buruk.

 

 

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Benedicto Morio Wada 18 February 2020 - 14:51:23

Riri Panjaitan

0 Answer

iwan hidayat 18 February 2020 - 11:44:00

Pakaian

0 Answer

Fiora Natania 18 February 2020 - 11:41:40

Longsor sepanjang tahun 2005

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (2)


7263

Banner Mitra Februari 2020 (2)