Puji Astuti

Official Writer
909


Polemik pembebasan Abu Bakar Ba’asyir bukan hanya menjadi buah bibir di Indonesia, bahkan media-media luar pun menyoroti rencana pembebasan ulama garis keras yang dipenjara karena kasus terorisme itu.  Hingga saat ini rencana pembebasannya masih ditangguhkan karena menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, rencana pembebasan terpidana Bom Bali 2002, Abu Bakar Ba’asyir muncul karena Presiden Joko Widodo mempertimbangkan permohonan keluarga Ba’asyir terkait usianya yang sudah lanjut dan kondisi kesehatannya. Hal inilah yang memunculkan rencana pembebasan tanpa syarat tersebut.

"Presiden sangat memahami permintaan keluarga tersebut, tetapi masih perlu dipertimbnagkan dari aspek lainnya, seperti aspek ideologi Pancasila, NKRI, hukum dan lain sebagainya," demikian pernyataan Wiranto dalam siaran Pers yang ditayangkan di Metro TV, Senin (21/1/2019).

Baca juga : 

Teroris Bom Bali Minta Maaf dan Menyesal

Serpihan Bom Bali II Pernah Bersarang di Otak Hendryck

Munurut Yusril Isha Mahendra, Ba’asyir bisa mendapatkan hak bebas dengan syarat sudah menjalani dua pertiga masa hukuman dan dinilai baik selama di penjara. Selain itu, Ba’asyir juga diminta untuk mendatangani pernyataan untuk taat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan setia kepada Pancasila. Namun Ba’asyir menolak untuk menandatangani surat pernyataan tersebut.

"Setelah saya jelaskan bahwa Pancasila dan Islam tidak bertentangan. Baasyir pun menyambut dengan pernyataan bahwa hanya mau taat kepada Allah dan setia kepada Islam," demikian pernyataan Yusril yang dirilis oleh Tempo.co.

Sepertinya ketidaksediaan untuk menandatangani pernyataan taat kepada NKRI dan setia pada Pancasila ini menjadi salah satu alasan yang menahan pembebasan Ba’asyir.  Dilain pihak putra ketiga Ba’asyir, Abdul Rohim menyatakan bahwa ayahnya sebenarnya sangat mencintai NKRI.

“Justru Ustaz Abu Bakar Baasyir adalah orang yang paling cinta terhadap negara ini, NKRI. Dan kecintaan itu ingin beliau sampaikan dalam suatu bentuk yang beliau yakini akan membawa kebaikan terhadap negeri ini,” demikian pernyataan Rohim saat memberikan pernyataan resmi di kantor hukum Mahendradatta, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Menurut Yusril, Ba’asyir memilih menjalani masa tahanannya sampai selesai disbanding harus menandatangani pernyataan taat kepada NKRI dan setia pada Pancasila. Meresponi hal tersebut Yusril mengungkapkan bahwa dirinya hanya bisa tertawa, karena ia tidak mau berdebat dengan Ba’asyir.

Sebagai rakyat Indonesia yang berideologi Pancasila, tentu kita menyerukan “NKRI harga mati!” dan tidak bersedia ketentraman negeri ini yang dibangun di atas filosofi “Bhineka Tunggal Ika” dihancurkan untuk sebuah paham radikal dari agama tertentu. Karena dari awal bapak-bapak pendiri bangsa Indonesia ini menghormati dan mengakomodasi berbagai agama, suku, dan bahasa yang ada sehingga lahirlah Pancasila.

Yuk kita pertahankan bersama keutuhan NKRI, salah satunya dengan terus menjaga toleransi antar umat beragama. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra Mei 2


7253

Banner Mitra April Week 3