Lori Mora

Official Writer
3428


Sudah 5 tahun berlalu, bekas siraman air keras di bagian wajah dan tubuh Samuel Kristian masih membekas. Bocah berusia 11 tahun ini kabarnya disiram air keras oleh sang ayah tiri pada Desember 2013 lalu yang menyebabkan luka bakar di bagian wajah dan sebagian badannya. Saat itu usia Samuel masih 5 tahun.

Akibat dari perbuatannya, sang ayah tiri Haryanto (45) divonis 10 tahun penjara. Sementara ibunya mengaku sudah menceraikan pria yang dinikahinya pada tahun 2012 itu. “Sejak kasus itu saya langsung memproses cerai. Soalnya anak saya juga trauma kalau mendengar nama ayah tirinya,” kata Ismiatun, yang merupakan warga Desa Patihan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan itu.

Dengan kondisi tubuhnya lemah akibat siraman air keras tersebut membuat beban keluarga seolah bertambah. Berasal dari latar belakang ekonomi keluarga yang tidak mampu mendorong Samuel harus membantu ibunya bekerja.


Bocah yang kini berusia 11 tahun itu selalu membantu ibunya membuat batu bata selepas pulang sekolah. Kendati dia kerap menderita sesak napas di bagian dada yang terkena siraman air keras. Namun dia tak pernah mengeluh. Sesekali dia hanya memegangi dadanya yang sakit.

Tapi saat rasa sakitnya semakin kuat, dia akan meminta sang ibu untuk mengantarnya ke puskesmas. “Hanya bayar Rp 10 ribu (biaya administrasi) dan pulangnya dapat obat,” kata sang ibu.

Seperti diketahui, sang ayah menyiram Samuel karena dinilai nakal. Padahal menurut penuturan ibunya, saat itu Samuel sebenarnya sedang sakit damam dan flu. Akibatnya dia jadi rewel. Merasa terganggu, sang ayah pun menuangkan air keras ke mulut Samuel dan tumpah ke bagian wajah sampai badan bagian belakangnya.

Samuel pun segera dilarikan ke RSUD dr Sayidiman Kabupaten Magetan. Setelah dirawat selama dua hari di sana, dia dipindahkan ke RSUD dr Soedono Kabupaten Madiun. Tak sampai sehari, Samuel lalu dirujuk ke RSUD Karang Mejangan Surabaya.

Berita soal penyiraman air keras yang dialami Samuel saat itu jadi viral di media sosial. Banyak orang yang kemudian bersimpati dan membantu biaya pengobatannya, bahkan sebuah perusahaan kenamaan terdorong untuk membiayai operasi lanjutan Samuel di RS Premier saat itu.

Apa yang dialami Samuel rupanya masih menyiratkan trauma. Sang ibu mengaku jika putranya masih trauma saat mendengar nama sang ayah tiri. Dan untuk dampak jangka panjang, Samuel masih harus terus menjalani pemeriksaan setiap bulannya. 

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Mei 2


7254

Banner Mitra April Week 3