Budhi Marpaung

Official Writer
883


Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menegaskan melihat kepada Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) maka para pengurus gereja atau lembaga keagamaan bisa ikut dipidanakan terkait penerimaan sumbangan yang berasal dari pelaku kejahatan pencucian uang meskipun mereka tidak tahu asal usul uang yang diberikan tersebut. Oleh karena itu, ia menyarakan agar para pengurus gereja atau lembaga keagamaan membangun tradisi baru.  

“Orang yang menyumbang harus jelas identitasnya dan harus jelas juga asal-usulnya,” kata Adnan kepada Jawaban.Com di Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).


(Ilustrasi pelaku korupsi ditahan)

Supaya terbebas dari jerat hukum, sambung Adnan, para pengurus gereja atau lembaga-lembaga keagamaan bisa menggunakan cara disclaimer.   

“Misalnya, “sumbangan yang Anda berikan harus dipastikan bukan berasal dari tindak kejahatan”, jadi di dalam form sumbangan itu. Jadi, orang-orang yang menyumbang justru yang mendeklarasikan tanpa harus kemudian mengejar-ngejar lewat berbagai macam cara,” jelas Adnan.

Disclaimer tadi, ungkap Adnan, bisa juga diletakkan di dalam tempat ibadah dengan maksud agar orang-orang yang hendak menyumbang bahwa pengurus gereja tidak menerima sumbangan dari hasil TPPU. Kalau pun ada yang tetap nekat melakukan (menyumbang dari hasil kejahatan tindak pidana pencucian uang), maka para pengurus gereja atau lembaga keagamaan tidak bisa diproses secara hukum.   

“Begitu kejadian, ada proses hukum kan kita punya argumentasi, ‘kami kan sudah kasih batasan, sumbangan yang kami terima itu gak bisa dari kejahatan’, dan oleh karena itu penyumbangnya melanggar aturan yang sudah kami buat,” imbuh Adnan.  

Baca Juga: Keren, MPH-PGI Gandeng KPK Tuk Lawan Korupsi di Gereja-gereja

Terkait tentang apa itu TPPU dan bagaimana cara mengatasinya, Adnan mengatakan bahwa pihak gereja bisa bekerja sama dengan KPK atau PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) untuk mendapatkan penjelasan lebih dalam.

Adnan mendorong para pengurus gereja atau lembaga keagamaan agar tidak takut berlaku transparan di dalam hal keuangan khususnya dalam penerimaan sumbangan dari pihak lain.    

“Tempat ibadah ini kan tempat pengajaran moral, nah kalau mereka sendiri menolak untuk lebih transparan, untuk lebih terbuka, ya apa gunanya mereka khotbah mereka setiap hari? Kan jadi gak ada gunanya?,” pungkas Adnan.

Sumber : Jawaban.Com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7254

Banner Mitra Juni Week 1-2