Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
965


Seorang pendeta menyampaikan jika sejumlah Kristen Vietnam dipaksa menyembah patung Budha dan meninggalkan iman mereka.

Pendeta yang diidentifikasi bernama Hoang Van Pa ini mengatakan kalau tindakan itu dilakukan oleh pejabat pemerintah Vietnam. Mereka memukuli 33 jemaat gereja Protestan Hmong yang terletak di desa Pha Lom pada bulan November lalu karena menolak untuk menyangkali iman mereka.

Mereka dikumpulkan dalam satu tempat kemudian satu per satu diinterogasi. Mereka disodorkan gambar Budha lalu dipaksa untuk menyangkali iman mereka. Empat diantaranya dibawa ke kantor polisi dan dipukuli.

Isu intoleransi di Vietnam memang semakin meningkat sejak beberapa tahun belakangan. Pemerintah Vietnam dengan keras melarang kegiatan agama Kristen Protestan dan bahkan telah mengancam orang-orang Kristen untuk meninggalkan iman mereka. Pada tahun 2018, lebih dari 100 orang percaya diusir dari provinsi Yen Bai dan Lao Cai.

“Karena latar belakang etnis dan tingginya persentase orang Kristen yang teguh dalam iman, komunitas Hmong Vietnam sering menjadi sasaran dan dilecehkan oleh pemerintah dan komunitas tetangga,” tulis Gina Goh, Manajer Regional International Christian Concern (ICC).

Baca Juga :

Gereja Ortodoks Rayakan Natal, Hubungan Rusia dan Ukraina Justru Makin Tegang

Puji Tuhan! Setelah 117 Tahun Dijarah Gereja Filipina Ini Dapatkan Kembali Tiga Loncengnya

Dia menambahkan, di tengah negara komunis itu agama Kristen selalu disepelekan dan diancam. Orang-orang Kristen Hmong juga kerap mendapat perlakuan diskriminatif, pelecehan, perampasan harta milik, penyiksaan dan pemenjaraan.

ICC memperkirakan jika intoleransi terhadap orang Kristen Hmong Vietnam akan terus meningkat di tahun 2019 ini.

Sejak tahun 2017 silam, pemerintah Vietnam terhadap memperlakukan orang Kristen dengan buruk. Seperti halnya kasus yang dialami oleh seorang pastor Katolik Roma yang dilempari dan dipukuli karena berusaha memperjuangkan salib yang didirikan di tanah yang diklaim milik gereja di provinsi Thua Thien Hue.

Saat itu, para imam berpegangan kepada salin sementara polisi merobek baju mereka dan menyeretnya bagian rambut mereka.

Ancaman serupa juga terjadi dalam sebuah kegiatan bagi-bagi Alkitab kepada anak-anak di salah satu gereja besar di tahun 2017. Kegiatan itu harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi lantaran takut jika ketahuan oleh pemerintah setempat.

“Firman Tuhan harus mudah dijangkau oleh orang-orang. Alkitab anak-anak adalah salah satu cara termudah untuk membuat orang-orang yang berbeda tahu tentang Dia. Saya percaya ini adalah pekerjaan seorang penabur. Kami terus menabur, dan Tuhan terus melakukan pertumbuhan,” kata Bao, seorang Kristen yang bekerja dengan lembaga Kristen Open Doors USA.

Kita tak bisa memastikan jika hari kedepan akan semakin baik. Karena itulah kita harus siap menghadapi beragam bentuk penderitaan oleh karena iman kita kepada Tuhan. Tapi saat menghadapinya, mintalah supaya Tuhan memampukan kita untuk tetap setia sampai akhir.

Sumber : Christianpost.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Joshua Adrian 20 March 2019 - 19:55:00

Bagaimana cara menenangkan diri, ketika hati gelis.. more..

0 Answer

Bang Joker4 19 March 2019 - 07:48:09

Apa itu melayu

0 Answer

Rasya 18 March 2019 - 19:13:38

ASEAN

0 Answer


Leonardo Leo 15 March 2019 - 09:48:08
Mohon bantuan doanya agar setiap usaha untuk melun... more..

Dian Parluhutan 9 March 2019 - 11:10:41
shalom Semua, mohon doa untuk terobosan Tuhan su... more..

2 March 2019 - 16:26:58
Mohon doanya agar Tuhan memberikan hati yang lebih... more..

Richard 18 February 2019 - 20:46:28
Tolong Doakan agar hutang saya dapat berkurang.

Banner Mitra Maret Week 2


7245

advertise with us