Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
1092


Hidup ini berjalan begitu cepat sekali. Rasanya baru kemarin putus dari si doi, lah sekarang sudah sekian tahun jadi jomblo. Ada banyak masa yang sudah kita lewati, yang membuat kita semakin bertanggung jawab.

Mimpi dan cita-cita pas baru putus dengan si dia pun sudah mulai berubah, kini kamu sudah move on bahkan menikmati pekerjaanmu dengan semangat.

Kamu sudah bisa membeli rumah, mobil bahkan sudah menjadi bos besar di sebuah perusahaan. Duh, nggak terasa ya!

Tapi yang kerap terjadi, kita terlalu fokus pada satu atau dua hal dan mirisnya kita hampir lupa untuk merencanakan memiliki pasangan hidup dan menikah.

"Ah, santai saja. Jodoh itu sudah Tuhan atur" kalimat ini menjadi tameng ketika pertanyaan seputaran pasangan menyerang sampai kita lupa bahwa Tuhan memang mengatur jodoh tapi kita perlu mencarinya bukan cuma menunggu. Sampai akhirnya juga nggak sdar bahwa teman-teman kita sudah pada menikah dan punya anak, dan begitu kamu sadar bahwa kamu menginjak usia 'kepala 3' atau berumur 30 tahun, baru deh kamu ngerasa galau, ingin menikah secepatnya dan bahkan merasa frustasi.

'Sabar ya, minta dan tetap berharap pada Tuhan.'

Agar menguatkan kamu, inilah kata Alkitab soal single:

1. Menjadi single adalah karunia dari Tuhan

Jangan berkecil hati jika sampai kini kamu menjadi single. Jangan menyesal karena terlalu sibuk dengan pekerjaan dan lain sebagainya. Saatnya berubah dan menyadari bahwa kamu masih bisa menikah kok.

Dari pada kamu menyesal dan sedih tak karuan, kamu perlu mengingatkan dirimu bahwa menjadi lajang itu adalah karunia dari Tuhan.

Memang sih, rata-rata orang mengasumsikan bahwa orang dewasa yang belum menikah berarti ada sesuatu yang aneh tentang mereka.

Tetapi dalam 1 Korintus 7:7, Paulus mengatakan bahwa menjadi lajang itu adalah 'hadiah.'

"Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu."

Dalam firman ini Paulus sedang mengatakan tentang keadaan seorang lajang. Selama kamu lajang itu berarti hadiah dari Tuhan. Pertanyaannya, apakah selama lajang kita ada dalam anugerah rahmat Tuhan?

2. Menjadi lajang berarti keberuntungan

'What, keuntungan? Kayaknya nggak deh!'

Saya tahu bahwa beberapa dari kamu nggak begitu setuju mengenai hal ini, tapi inilah kata Alkitab!

Dalam 1 Korintus  7, ada dua keuntungan menjadi lajang:

- Orang lajang akan terhindar dari masalah pernikahan.

Begitu banyak berkat yang besar dalam pernikahan, tetapi ada juga yang kesulitan. Kita bisa melihat bahwa ada begitu banyak orang berbicara betapa sulitnya melalui sebuah pernikahan.

Kita tak bisa lagi hidup bebas seperti ketika single, kita harus mempertimbangkan segala keputusan untuk menggunakan waktu kesana dan kesini, akomodasi, liburan bahkan menu makan harian.

Pernikahan memang membawa kita kepada banyak masalah dalam hidup ini sehingga mengapa  perlu mengampuni terus menerus dalam pernikahan.

"Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu." (1 Korintus 7:28)

- Orang yang masih melajang bisa mengabdikan dirinya penuh untuk pekerjaan Tuhan

"Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya." (1 Korintus 7: 32-35)

Semasa kita single maka kita akan prihati dengan urusan Tuhan dan bagaimana bisa menyenangkan hati Tuhan.

Bagian terpenting dari tanggung jawab seseorang yang sudah menikah adalah merawat pasangan dan anak-anak mereka. Tidak mudah bagi mereka untuk membantu keuangan gereja, bersaksi kepada orang-orang atau memimpin pelajaran Alkitab. Sedangkan orang lajang memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan hal-hal seperti itu.

So, tetaplah bersukacita ya. Dari pada kamu mengeluh soal status kamu, mending nikmati karunia ini dengan melayani Tuhan. Siapa tahu bertemu pasangan dalam pelayanan kan?

 

 

 

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Chrisman_ Panjaitan 9 December 2019 - 10:14:37

Saya mohon dukung dia agar saya terlapas dari kesu.. more..

0 Answer

BaiqNur Afriliani 8 December 2019 - 12:19:17

Komunikasi lebih dari sekedar kata-kata. Jelaskan .. more..

0 Answer

Ferry Joshua 7 December 2019 - 22:21:38

Samaritan

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Banner Mitra November Week 4


7261

advertise with us