Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
488


Mazmur 96:9, "Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapanNya, hai segenap bumi!"

Masih ingat kejadian gempa bumi yang dialami oleh Palu, Donggala dan Sigi? Salah satu orang yang berhasil mendokumentasikan proses gempa tersebut adalah Kapten Ricosetta. Di atas pesawat Batik Air, dirinya merekam kejadian gempa yang menewaskan ribuan orang tersebut.

Banyak orang menceritakan kesaksiannya ini, bahwa dirinya memutuskan untuk melakukan take off lebih cepat daripada biasanya. Pilot Batik Air 6231, Capt. Ricosetta Mafella membagikan kisah kedekatannya dengan Tuhan melalui pujian.

"Musik adalah suatu instrumen yang diciptakan oleh Tuhan, dan hanya digunakan untuk memuliakan nama Tuhan saja musik seharusnya digunakan," ungkap Captain Ricosetta Maffela, yang ditemui oleh tim Jawaban pada 7 Desember 2018.

Pada hari kejadian yang mengguncang Palu, Capt. Ricosetta merasakan sesuatu yang tidak biasa. Ia mendengar suara Tuhan yang berkata dengan lembut untuk bergegas dan meninggalkan Palu segera.

Biasanya, ia hanya menyanyi dengan suara pelan. Sebelum terbang, pilot yang luwes bermain saxophone ini bernyanyi dengan sangat lantang. Sampai-sampai kopilot yang adalah seorang muslim meledek, "Kenapa captain nggak rekaman aja sekalian?"

Ketika ditanyai soal kedekatannya dengan Tuhan, ia berkata kalau dirinya selalu melantunkan lagu-lagu penyembahan setiap saat. Buat Captain Ricosetta, kita ini hidup untuk beribadah, pekerjaan adalah sampingannya.

Pernahkah kita merasakan Roh Tuhan hadir di tengah-tengah pujian dan penyembahan? Lalu, salah siapa kalau masih ada orang yang tidak merasakan damai sejahtera ketika sedang melakukan penyembahan?

“Worship yang powerful harus diawali oleh sikap kita yang benar,” terangnya. Kita memuji Tuhan karena kita mencintai Tuhan, bukan karena sebuah perintah atau sebuah program. Saat pemimpin pujian datang ke atas panggung, maka itu adalah tentang dirinya dan Tuhan.

Untuk itu, Captain Ricosetta selalu mengingatkan kepada kita untuk kembali pada firman Tuhan. Tentang setiap hal yang dilakukan, ingatlah kalau tidak ada persembahan yang paling baik selain diri kita sendiri.

Captain juga menggaris bawahi kalau sebelum naik ke atas mimbar, seharusnya tidak ada lagi yang perlu dipersiapkan, sebab kita sudah mempersiapkan kehidupan kita untuk menjadi persembahan yang hidup bagi Tuhan.

Kita menyembah Tuhan untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Ketika kehidupan kita sudah berada dalam kebenaran dan menjaga kekudusan, maka itu adalah sebuah penyembahan yang paling baik yang bisa kita berikan kepada Tuhan.

Banyak orang yang menganggap kalau kehidupan kita ini lebih ditujukan untuk bekerja, sementara beribadah hanya sebagai pelengkapnya saja. Sebagai orang percaya, satu-satunya persembahan yang bisa kita berikan kepada Tuhan adalah diri kita sendiri ini. 

Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Yones 25 August 2019 - 01:13:05

Upah mengikut Yesus

0 Answer

Gelatik Senja 22 August 2019 - 23:33:40

Cara mengendalikan hawa nafsu

0 Answer

Samu Vastro 22 August 2019 - 23:11:21

Hormati

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 4


7271

Banner Mitra Agustus Week 3