Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

believers24

Official Writer
635


Sepasang suami istri dari Sherman, Texas, Amerika Serikat tidak membiarkan rasa takut menghentikan mereka setelah dokter mengatakan bahwa anak kelima mereka yang lahir secara caesar pada Agustus 2018 lalu tidak bernapas.

“Dia dilahirkan tanpa detak jantung, tanpa denyut nadi, dan dia tidak bernapas," ujar ayah dari Urias, Jacob Sheriff kepada CBN News dalam suatu wawancara telepon. "Dia kehilangan oksigen dan tubuhnya serta semua organnya mati selama persalinan dan mereka menyadarkannya di ruang bersalin…dia meninggal selama proses persalinan.”

Tampaknya bahwa Urias kecil, yang berarti "terang Tuhan," tidak akan berhasil hidup. Namun alih-alih menyerah, ibunya, Hannah, berdoa.

"Saya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengandalkan Tuhan untuk kedamaian dan berdoa," kata ibu Urias, Hannah Sheriff, kepada KTEN.

Para dokter dan perawat di rumah sakit Durant, Oklahoma memutuskan bahwa mereka juga tidak bisa menyerah pada Urias. Mereka berulang kali mencoba menyadarkan bayi laki-laki itu dan tanda-tanda hidupnya kembali sekira 20 menit kemudian.

Ayah anak laki-laki itu, Jacob, merupakan seorang pendeta di Victory Life Church.


"Kami pernah melihat keajaiban. Saya sudah menyaksikan bagaimana orang-orang dengan kanker stadium 4 sembuh. Saya telah melihat mata yang buta tercelik. Saya tahu kuasa Tuhan," kata Jacob kepada CBN News.

Jacob mengatakan ketakutan adalah kendala terbesar ketika dia melihat tim medis melakukan tindakan medis kepada putranya yang baru lahir.

"Saat itu, kami mulai berdoa dengan firman Tuhan, karena firman Allah lah yang mengubah banyak hal," ucapnya. "Bagi saya pribadi, saya mengucapkan ayat dari Mazmur 27. ‘TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?'"

Pasangan Sheriff ini menyatakan bahwa doa menjadi obat terbaik karena Urias terus mengalahkan rintangan.

Jacob mengatakan kepada CBN News bahwa tim medis seharusnya berhenti mencoba menyadarkan bayi setelah enam hingga sepuluh menit sang bayi tidak menunjukkan hasil yang positif. Untuk diketahui, proses penyadaran selama 6-10 menit adalah prosedur medis di rumah sakit tersebut.

Baru-baru ini, pasangan itu menanyakan kepada salah satu perawat yang berada di ruang bersalin, "Mengapa kamu terus melakukannya?"

Setelah situasi dapat sedikit terkendali Perawat ini pun memberi tahu mereka, "Ada sesuatu di ruangan itu yang terus mendorong kami untuk terus berusaha dan tidak menyerah."

Bayi Urias kemudian diterbangkan ke rumah sakit di Texas, Amerika Serikat di mana ia menghabiskan 20 hari berikutnya di unit perawatan kritis untuk bayi-bayi baru lahir.

"Obat memainkan perannya tetapi tidak bisa menyembuhkannya," kata Jacob.

Dokter di rumah sakit Texas memberi tahu Jacob bahwa meskipun dapat hidup, anak mereka tetap tidak akan bertumbuh dengan baik. Sebagian besar anak-anak yang mengalami trauma yang dialami Urias akan mengalami cerebral palsy atau epilepsi dan beberapa akan menderita kejang selama sisa hidup mereka. Mungkin saja bocah itu tidak akan pernah berbicara, tidak pernah berjalan, tidak akan pernah bisa memberi makan dirinya sendiri.

"Saya dan istri saya adalah orang-orang beriman. Kami memiliki banyak orang yang berdoa untuknya dan saya pikir putra saya akan mengejutkanmu," ungkap Jacob kepada para dokter.

Baca Juga: Musisi Rocker Alice Cooper: Karena Iman Dalam Yesus, Saya Terlepas Dari Alkohol 

Keesokan harinya, Jacob memutuskan dia dan istrinya tidak akan membiarkan rasa takut menang. Mereka tahu bahwa Tuhan berkuasa dan akan melihat keajaiban dengan mengajarkan orang-orang bagaimana berdoa untuk putra mereka.

Diapun meminta jemaatnya untuk berdoa, tetapi apa yang dia tidak sadari adalah seberapa cepat kisah Urias akan berkeliling dunia dengan ribuan orang yang menonton berita terbaru dan berdoa untuk putranya.

"Kami pikir itu hanya beberapa orang, tetapi akhirnya menjadi gereja lain, teman teman, dan berakhir kepada orang-orang percaya di seluruh dunia, berdoa untuk putra kami," ucap Jacob.

Halaman Facebook pun dibuat dengan tujuan para pengikut diperbarui dengan berita pemulihan Urias. Pasangan Sheriff ingin menunjukkan bagaimana rasanya berdiri dan bertempur selama ujian seperti yang mereka alami. Ribuan pengguna mengikuti halaman dengan banyak memposting doa harian.

Akhirnya, pada hari ke-19, pasangan itu membawa pulang putra mereka. Sekarang, sembilan minggu kemudian, Urias bahagia dan sehat. Dokter yang menangani anak-nya bahkan memanggilnya 'The Miracle Baby' karena dia berkata: "Ada banyak di sini yang tidak bisa kami jelaskan."

Namun menurut orang tuanya, putra mereka adalah teladan cemerlang bagi dunia tentang apa yang bisa dilakukan oleh doa dan iman.

"Kami sudah melihat gunung bergerak," imbuh Jacob. "Para dokter dan perawat yang ada di sana pada hari dia dilahirkan, semua baru saja terpesona. ‘Dia seharusnya tidak hidup,' kata mereka. Tapi di sini dia tampak sehat dan normal."

Sumber : CBN.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

rina ashari 15 February 2019 - 04:48:52

makanan yang baik untuk ibu hamil usis di atas 40 .. more..

0 Answer

Ria Lukita 14 February 2019 - 20:53:48

Pelecehan

0 Answer

Margareth 12 February 2019 - 20:29:50

Sudah bertahun tahun saya tidak pernah berdoa, say.. more..

0 Answer


Abigail Eleanor 11 February 2019 - 18:23:08
Tolong doakan saya lg mencari kerja..usia saya 35t... more..

A 8 February 2019 - 17:48:57
Tes

Viona 7 February 2019 - 10:54:05
Saya mohon dukungan dalam doa untuk pasangan hidup... more..

Rio Hascaryo 7 February 2019 - 08:48:26
Thanks buat kemarin, saya dapat melalui hari denga... more..

Banner Mitra Week 3


7233

advertise with us