Sudahkah Kamu Memperlakukan Non-Kristen dengan Tepat? Begini Caranya Menurut Pendeta Ini

Internasional / 8 November 2018

Kalangan Sendiri

Sudahkah Kamu Memperlakukan Non-Kristen dengan Tepat? Begini Caranya Menurut Pendeta Ini

Lori Official Writer
2148

Timothy Keller, pendeta pendiri Redeemer Presbyterian Church New York City dan juga penulis ini menyampaikan pandangannya soal bagaimana seharusnya orang Kristen memperlakukan orang-orang non-Kristen di berbagai bidang kehidupan.

“Tuhan mau kita memperlakukan orang dari berbagai ras dan keyakinan dengan cara yang penuh hormat, penuh cinta, murah hati dan adil,” tulis Keller dalam bukunya.

Keller menjelaskan soal kisah Yunus dalam Alkitab. Dia menjelaskan bagaimana gereja dan orang Kristen saat menjangkau orang-orang di luar Kristen kesannya cukup kasar dan merendahkan. “Aku pernah melihatnya. Kadi aku mengatakan, meskipun Yunus akhirnya pergi ke Niniwe, dia pergi ke kota untuk berkhotbah di sana. Tapi dia tidak mencintai kota itu. Dan dia sama sekali tidak mencintai orang-orang di sana, tidak mencintai atau menghormati mereka…tidak cukup hanya berkhotbah kepada orang-orang. Kamu juga harus mencintai dan menghormati mereka juga,” kata Keller.

Dia menambahkan, saat menjangkau orang di luar Kristen kita tak harus berkhotbah kepada orang-orang itu. Sebaliknya, kita harus lebih dulu menunjukkan rasa peduli, hormat dan menjadi sahabat yang mau mendengar.

Baca Juga : Bagikan Kesaksian Soal Ayahnya Bertemu Yesus, Runner Up American Idol Berharap Jadi Berkat

Keller menerangkan soal makna pernyataan Yesus tentang apa arti mengasihi sesama. Lalu Yesus pun menjelaskan hal itu dengan menyampaikan sebuah perumpamaan tentang seorang Samaria yang baik hati. Dia memberikan teladan tentang belas kasih kepada pria dari ras dan agama yang berbeda.

“Inilah seorang pria dari ras dan agama yang berbeda, dia menjemputnya dan dia mempertaruhkan nyawanya. Dia membelanjakan uang untuk dia. Dan kemudian Yesus berkata, ‘Pergi dan lakukanlah hal yang sama.’” terangnya.

Keller menekankan bahwa orang Kristen bukan hanya harus menginjili orang lain. Lebih dari itu, orang Kristen harus mengasihi sesama mereka. Saat mereka melihat tetangganya dalam kesusahan, mereka harusnya dengan rela membantu.

“Dengan kata lain, kita harus membantu tetangga kita meskipun mereka bukan orang Kristen. Kita seharusnya tidak hanya menginjili tetangga kita, tapi mengasihi tetangga kita seperti orang Samaria yang baik hati itu. Akumenyebutnya ‘keadilan sosial’” lanjutnya.

Kita adalah gerejanya Tuhan yang dimana kasih ilahi bersemayam atas kita. Karena itu, sudah seharusnya kita menaburkan kasih lebih dulu kepada semua orang, termasuk kepada orang-orang yang berbeda ras, suku dan agama dengan kita.

Sumber : Christianpost.com/Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami