Lori

Official Writer
924


Menyusul hasil survei dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menemukan bahwa banyak guru sekolah yang menyebarkan intoleransi dan paham radikalisme kepada siswa sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akhirnya mengambil langkah untuk mengevaluasi kembali kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di berbagai perguruan tinggi.

Muhadjir menilai bibit intoleransi dan radikalisme bisa muncul dari bibit sikap dan perilaku negatif yang dimiliki para guru agama. Sehingga perlu adanya evaluasi terhadap kurikulum atau pola pendidikan di perguruan tinggi terhadap calon-calon guru agama.

“Mungkin ada baiknya dikaji apakah kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di IAIN, UIN atau STAIN yang diterapkan selama ini ada yang salah atau tidak,” kata Muhadjir.

Baca Juga :

Ambon Jadi Tuan Rumah Lomba Paduan Suara, Jokowi Janjikan Datang di Pembukaannya Loh!

Soal Dua Habib yang Dicekal Preman di Manado, Gubernur Olly dan PGI Angkat Bicara

Tak hanya bagi para calon guru, tapi dia juga meminta supaya evaluasi juga dilakukan kepada para guru agama di sekolah-sekolah. “Termasuk guru agama di sekolah. Peran guru agama di sekolah tidak boleh hanya mengajar pelajaran agama kepada siswa. Tetapi juga memberi pencerahan dan penyadaran tentang sikap dan perilaku beragama yang benar bagi koleganya yaitu para guru non mata pelajaran agama,” terangnya.

Kemendikbud pun telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam proses evaluasi. Pasalnya, Kemenag sendirilah yang menaungi pembinaan guru dan kurikulum pendidikan agama di sekolah.

Sebagaimana diketahui, survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 6 Agustus sampai 6 September 2018 itu melakukan survei kepada unit analisis guru Muslim dari tingkat TK/RA sampai SMA/MA semua mata pelajaran. Sample guru yang diambil sebanyak 2.237 di seluruh provinsi di Indonesia dengan margin of error 2.07 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Secara metodologis, variable utama yang digali adalah level intoleransi dan radikalisme guru, serta faktor-faktor dominan yang memengaruhinya. Dan secara mengejutkan hasilnya adalah 56.9 persen guru di Indonesia memiliki opini intoleran secara eksplisit dan 46.01 persen memiliki opini radikal.

Sumber : Kompas.com/Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7236

Kanan Agustus