Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
486


Bersama dengan Dewan Gereja pengurus PGPI (Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia), Kepolisian Daerah Jawa Timur memerangi informasi hoax yang merugikan.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari pihak Dewan Gereja PGPI yang mengatakan bahwa dampak berita hoax sangat meresahkan masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

"Berita hoax sangat merugikan kami bersama umat dan masyarakat untuk menanggulangi informasi Hoaks," terang Pdt. Rudolf.

Dewan Gereja PGPI yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Drs. Rudolf F. Polimpung, M. Div berkunjung ke markas Kepolisian Daerah Jawa Timur yang terletak di Jl. A. Yani Surabaya. Kedatangan pihak gereja ini disambut langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan yang didampingi Wakapolda Brigjen M. Iqbal di ruang lobi Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, pada Kamis, 3 Oktober 2018 kemarin.

Dilansir dari Tribun News, Kapolda Jatim menjelaskan kalau kegiatan ini merupakan rangkaian giat Cangkrukan Kamtibmas bersama komunitas.

Mengingat pentingnya tokoh agama dalam masyarakat, Kapolda Jatim meminta gereja dan umat aktif dalam menjaga kondusifitas keamanan.

"Kita butuh tokoh agama untuk bisa berperan serta termasuk Dewan Gereja juga punya umatnya untuk berperan aktif menjaga kondusifitas keamanan," ungkapnya.

Luki, sapaan bagi Kapolda Jatim ini meminta Dewan Gereja untuk bisa menyampaikan ke umat untuk bisa mengantisipasi peredaran informasi hoax dan ujaran kebencian yang sering mengaitkan unsur sara berpotensi membuat banyak pihak resah. Terlebih pada waktu menjelang pemilu Pilpres dan Pileg 2019 yang akan datang.

"Paling baik saling turut menjaga dan jangan mudah percaya informasi hoax," ucapnya.

Dari pihak PGPI, Pdt. Pdt Rudolf F Polimpung menyatakan dukungannya untuk prgram Kamtibmas yang dijabarkan oleh Kapolda. Pihak gereja telah memulainya di gerejanya masing-masing agar umat jadi lebih bijak dan tidak mudah larut dalam berita hoax.

"Kami membentuk tim khusus untuk menghindari hal bersifat radikalisme, Intoleransi dan sara," terangnya.

Mungkin kita sendiri sering juga menerima berita yang belum terbukti kebenarannya baik melalui media sosial atau pesan aplikasi. Sebelum kita mengetahui kebenarannya, pastikan untuk tidak menanggapi apalagi ikut menyebarkan berita tersebut.

"Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (1 Tesalonika 5:21)

 

 

Sumber : tribunnews

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gilang Angga 19 August 2019 - 19:48:37

Organisasi Yang di bentuk uni soviet untuk membend.. more..

0 Answer

Fatma Wati 18 August 2019 - 21:07:41

apa jawapan yang di berikan situs kami

0 Answer

Sofely Charolina Sinaga 18 August 2019 - 12:44:15

Syalom saya sofely charolina sinaga mau sharing se.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3