Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
305


Universitas Lund di Swedia sedang menyelidiki salah satu profesor ilmu syarat yang terkenal karena menyuarakan bahwa wanita dan pria berbeda secara bilogis di hadapan mahasiswanya.

Dr. Germund Hesslow dituduh oleh seorang mahasiswanya telah membuat pernyataan anti-feminis dalam salah satu kelasnya. Profesor yang menerima gelar Ph. D dalam ilmu saraf tahun 1987 ini menolak untuk menarik perkataannya tersebut atau meminta maaf.

Dilansir dari CBN News, dalam kelas warisan dan lingkungan, Hesslow mengutip sebuah penelitian yang telah diverifikasi mengenai kesimpulan ilmiah bahwa ada perbedaan secara biologis antara wanita dan pria. Berdasarkan penelitian tersebut, jenis kelamin seharusnya tidak dapat dianggap sebagai sebuah konstruksi sosial.

Siswa yang melaporkan komentar Hesslow ini beralasan karena pengajaran Hesslow bertentangan dengan ‘standar nilai’ yang ada di Swedia. Swedia, sebagai salah satu negara Skandinavia menegakkan kebijakan yang mencakup egalitarianisme atau penyetaraan secara agama, politik, sosial, atau budaya, kebebasan individu, dan persamaan jenis kelamin.

Hesslow menjelaskan kalau beberapa mahasiswa, berdasarkan alasan ideologis, tidak menyukai fakta sains mengenai perbedaan antara pria dan wanita secara biologis. Dirinya juga mengaku kalau isi pembelajaran tersebut tidak harus menjadi bagian dari materi pelajarannya, tapi hal ini merupakan sebuah jawaban yang sering ditanyakan oleh kebanyakan orang.

"Kalau kamu menjawa sebuah pertanyaan dan sedang berada dalam sebuah tekanan, kita harus menjadi sangat singkat (dan jelas) – saya menggunakan kata-kata yang menurut saya tidak sama sekali merugikan orang banyak, ternyata tidak bagi mahasiswa tersebut,” ungkap Hesslow dalam sebuah wawancaranya.

Saat ini, Hesslow dipanggil untuk bertemu dengan ketua dewan universitas pendidikan kedokteran, setelah seorang mahasiswi mengeluh bahwa dirinya telah menyatakan komentar anti-feminis pribadinya.

Sekarang ini, dunia marak menyuarakan soal penyetaraan gender atau jenis kelamin. Paham feminisme sendiri telah banyak mendapat perhatian khusus bagi gereja. Kalau orang Kristen memahami konsep Alkitab tentang wanita, pasti tidak perlu ada gerakan feminisme dalam masyarakat Kristen, khususnya dalam Gereja.

Alkitab telah memaparkan kedudukan perempuan yang layak dan posisi yang proporsional dan profesional. Alkitab sendiri tidak pernah membedakan derajat pria dan wanita. Meski demikian, salah satu yang memberdakan pria dan wanita adalah faktor biologis, termasuk organ reproduksi.  

Sumber : cbn.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Mei Santi 19 February 2019 - 12:28:15

Bebas dari hutang

0 Answer

Melva Rut Wewengkang 19 February 2019 - 11:44:09

Kesaksian

0 Answer

Hallo 18 February 2019 - 23:17:54

Apakah terlibat tawuran demi membela harga diri ke.. more..

0 Answer


Richard 18 February 2019 - 20:46:28
Tolong Doakan agar hutang saya dapat berkurang.

Abigail Eleanor 11 February 2019 - 18:23:08
Tolong doakan saya lg mencari kerja..usia saya 35t... more..

A 8 February 2019 - 17:48:57
Tes

Viona 7 February 2019 - 10:54:05
Saya mohon dukungan dalam doa untuk pasangan hidup... more..

Banner Mitra Week 3


7237

advertise with us