Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login
Mementingkan Keinginan Orang Lain Lebih Dulu, Itu yang Dinamakan Kasih Sumber : www.ninosit.blogfa.com

10 September 2018

September 2018
MonTueWedThuFriSatSun
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
 1096
[Daily Devotional]

Mementingkan Keinginan Orang Lain Lebih Dulu, Itu yang Dinamakan Kasih

Filipi 2: 4

“…dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 72; Ibrani 6; Zefanya 1-3

Ketel teh tuaku akhirnya tamat riwayatnya. Aku berjalan ke dapur suatu pagi dan menemukan air sudah tumpah di atas kompor. Itu adalah bunyi siulannya yang terakhir. Tapi aku tahu satu hal, aku tak mau mengganti ketel tehku dengan tipe listrik.

Dengan semua jenis benda listrik, TV dan bahkan komputer yang ada di dapur, aku bertekad untuk menyimpan setidaknya satu hal, sebuah era yang lebih lambat, lebih kuat, dan tidak rumit yaitu ketel teh sederhana di atas kompor.

Hanya ada satu masalah, suamimu lebih memilih hal yang praktis.

Dalam sebuah kunjungan ke rumah saudara perempuannya, dia pulang ke rumah sambil mengoceh tentang ceret listrik.

“Mereka menghemat setengah waktu merebus dan tidak membuat seluruh ruang dapur panas!”

Karena kami tinggal di Florida, dia pikir hal ini bisa sangat baik.

Tapi aku tak bisa dibujuk. Aku lebih baik mati karena kepanasan daripada harus memakai benda listrik itu.

Karena aku belum menemukan ketel yang aku inginkan, aku mulai memakai panci kecil. Sepertinya butuh waktu lama supaya air dalam panci mendidih. Semakin lama situasinya berlangsung, semakin aku merasa frustrasi. Kenapa aku tak bisa menemukan ketel yang akum au?

Lalu Filipi 2: 4 tiba-tiba terngiang dibenakku. “…dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Aku mulai sadar kalau ketel yang aku sukai harus seperti yang suamiku inginkan. Bukankah begitu seharusnya cinta bekerja? Dan bukankah begitu cara kerjanya saat kita pertama kali menikah? Kami benar-benar setuju dengan semua keinginan masing-masing, bukan karena kami benar-benar menginginkannya sendiri, tapi karena kami saling mengasihi.

Aku menyadari kalau ini adalah kesempatan untuk memberikan suamiku hadiah yang dia sering berikan kepadaku, hadiah yang diinginkan orang lain.

Di sabtu berikutnya, aku berkata, “Kau tahu apa? Aku pikir kita perlu ketel teh listrik. Kamu mau membantuku untuk memilih satu?”

Aku berharap kamu bisa menyaksikan ekspresi suamiku saat mendengarku mengatakan hal itu. Dia bahkan hampir melompat dari tempat tidur.

Tapi ternyata Tuhan sudah menunggu supaya aku mengalami perubahan hati untuk memberiku sesuatu yang lebih dari sekadar teko teh.

Kami segera menemukan satu teko yang kami sukai. Aku pun bersedia membayar lebih untuk itu. Suamiku tiba-tiba menggenggam tanganku dan menggandengku dengan penuh semangat melalui toko menuju peralatan dapur.

Dari raut wajahnya, dia seolah-olah hendak berkata,” Inilah istriku dan aku mencintainya. Dia sangat peduli tentang setiap detail kehidupanku, bahkan ceret teh sekalipun.”

Ya, aku akan bersedia membayar mahal untuk hadiah tak ternilai yang akan aku berikan.

Saat aku mulai mencoba memakai teko listrik itu, akulah yang malahan yang kerap memuji seberapa cepatnya air mendidih. Seandainya aku tahu tentang informasi ini lebih awal, aku pasti sudah membeli teko itu setahun yang lalu.

Tapi aku memilih bersyukur karena Tuhan sangat mengasihi kita. Kadang, kita tahu apa yang kita rindukan dengan menginginkan apa yang kita inginkan. Kita berpikir kalau apa yang kita inginkan adalah pilihan terbaik dan hal itu akan membuat semuanya menjadi lebih baik dan benar. Tapi seringkali pilihan kita benar-benar berkurang. Aku sangat bersyukur Tuhan tidak mengijinkanku untuk menerima apa yang aku pikir inginkan.

Sekarang saat aku menuangkan secangkir teh lagi dan mengatur ketel kembali ke tempatnya, aku tahu aku selalu ingin memberi ruang di meja kehidupanku untuk apa yang Tuhan mau taruh di sana,s ebuah berkat luar biasa yang mungkin ku tolak.

 

Hak cipta Debbie Burgett, diterjemahkan dari Cbn.com

Sumber : Cbn.com/Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Share this article :

traveller cantik 19 December 2018 - 00:01:26

Kalau kita tidak menyukai hobby pasangan bagaimana.. more..

0 Answer

Rizam Lede 17 December 2018 - 13:25:45

Mencari pacar yang Takut akan Tuhan

0 Answer

antonia anton 14 December 2018 - 16:16:46

stress

1 Answer


chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Banner Mitra Week  3


7226

advertise with us