Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
697


Sejak kecil, aku bukanlah pribadi yang bodoh. Justru, aku selalu menjadi murid unggul di SMPku dulu. Aku masih ingat, saat itu, Bapak menjanjikanku sebuah sepeda motor kalau aku bisa dapat peringkat pertama di kelas.

Aku berhasil mencapai tingkat teratas di kelas. Namun, sepeda motor yang dijanjikan oleh Bapak tidak juga sampai ke tanganku. Aku kecewa, tapi mau bagaimana lagi, aku hanya bisa berusaha untuk menerimanya. Kondisi perekonomian bapak saat itu tidak bisa dikatakan mampu.

Kehidupan semasa SMA buat aku makin runyam

Sampai tiba waktunya aku masuk ke bangku SMA. Sebagai anak muda, masuk ke sekolah unggulan di kota tentu jadi tujuanku. Lagi, bapak lebih memilih untuk menyekolahkanku di SMA pinggir desa karena alasan biayanya yang murah.

Aku kecewa sejadi-jadinya. Perasaan ini kubendung jadi sebuah sikap yang tidak terpuji. Aku sering ikut tawuran agar bisa jadi sosok yang disegani oleh teman-teman. Nilai sekolahku anjlok. Saat bersama teman-teman, mabuk adalah cara kami untuk menghabiskan waktu.

Pernah suatu hari aku datang dalam kondisi mabuk, saat aku mendapati kedua orangtuaku di rumah, aku langsung memarahi mereka. Aku marah dengan kondisi keluargaku yang seperti ini. Saat itu, aku bisa melihat tangan ibu yang sampai gemetaran. Amarah tidak bisa kukuasai. Aku mengabaikan hal tersebut.

Kehidupanku sebagai pribadi yang dewasa kuhabiskan untuk bersenang-senang

Selepas SMA, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tidak mungkin kalau aku akan masuk ke sebuah perguruan tinggi karena kondisi bapak dan ibu yang kekurangan. Karena di ajak oleh teman, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja.

Kehidupan bekerja tidak jauh seperti kehidupan SMA. Setiap rupiah yang didapat dari keringatku, aku habiskan untuk bersenang-senang, mabuk, berjudi dan hal lainnya. Aku tahu kalau sebagai anak, sudah sepantasnya aku mengirimkan sedikit rejekiku untuk ibu dan bapak di rumah. Namun semua itu rasanya sulit dengan pikiranku yang mengedepankan kesenangan pribadiku.

Keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi

Aku menghabiskan waktu semalam suntuk untuk mabuk. Tanpa sadar, aku tertidur di depan teras kamar kosku. Ada seorang teman yang hendak pergi ke gereja datang membangunkanku. Mendengar kata gereja, ada timbul keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Aku mulai datang untuk mencari pertolongan. Aku kembali diingatkan kalau sebagai manusia, kita tidak ada yang tidak berdosa. Aku minta kepada Tuhan untuk menunjukkan setiap dosa-dosa yang aku lakukan, kemudian memohon ampun kepadaNya. Sejak mengenal Kristus, aku mulai menyadari kalau kehidupanku semakin dipulihkan.

Rokok, alkohol, perjudian, entah kenapa aku jadi tidak ingin lagi mengenal semua hal itu. Aku mulai berkumpul dengan orang-orang yang positif. Tiba saatnya untuk aku pulang kampung. Kepada ibu dan bapak, aku melepaskan pengampunan dan meminta maaf kepada mereka atas setiap kesalahan yang telah aku lakukan. Aku percaya kalau masa depanku kini penuh dengan pengharapan di dalam Tuhan.  

Sumber : solusi

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Rolansius Lantur 22 September 2018 - 21:44:57

bagaimana kita menemukan ketegangan dalam diri Pau.. more..

0 Answer

Rinanda Damanik 20 September 2018 - 23:46:41

Syalom saat ini saya sangar butuh dukungan doa, Tu.. more..

0 Answer

Farrel Riandsa 20 September 2018 - 19:10:16

dampak jika bertanggung jawab?

0 Answer


Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Goldha Mofu 30 August 2018 - 06:51:51
Kiranya Tuhan Yesus memberikan jawaban dan jalan k... more..

Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Banner Mitra Week 4


7196

advertise with us