Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
670


Coba bayangkan pada suatu siang ada seorang teman yang mengajak kita ke sebuah lapangan. Di sana teman kita ini meminta kita untuk membantunya menggali sebuah lubang. Kemudian ia memberikan kita sebuah sekop sementara ia memegang sebuah cangkul.

Pasti kondisi di atas sukses bikin kita keheranan. Namun, karena teman yang meminta pertolongan ini adalah orang yang sangat dekat, kita pun mulai menggali di sudut lapangan tersebut. 5 Menit, kita masih belum merasa apapun.. 15 menit kemudian, tangan sudah mulai merasa kelelahan, keringat juga sudah mulai bercucuran mengingat siang itu cukup terik.

Sambil menggali, kita mulai bertanya-tanya, buat apa sih tanah hasil galian ini? Saat kita melihat teman kita, kok kayaknya dia semangat sekali menggalinya. Setengah jam sudah berlalu, kita mulai mengeluh pada teman kita. Namun, ia cuek dan tetap meneruskan pekerjaannya.

Karena merasa kalau matahari mulai membakar kulit, ditambah keringat yang bercucuran, pegal, kotor, akhirnya kita berkata, “Cukup!” Dengan langkah gontai kita langsung berjalan ke pinggir lapangan dan meninggalkan pekerjaan galian kita tersebut.

Sekarang, coba deh bayangkan kalau ternyata teman kita itu datang dengan membawa kabar mengenai sebuah harta karun yang dikuburkan di sudut lapangan. Katanya, harta tersebut bernilai milyaran rupiah. Letaknya sudah pasti, dan kita hanya perlu menggali kira-kira satu meter dalamnya.

Dia pun mengajak kita ke lapangan, memberi kita sekop, sementara ia memegang cangkulnya. Pasti respon kita akan sangat berbeda. Bisa-bisa, justru kita yang jauh lebih semangat menggali dibandingkan dengan teman kita itu karena sudah tahu dengan pasti tujuan dari pekerjaan menggali tersebut.

Cerita di atas membuat kita merenung kalau memang ada hal yang  sering bikin kita malas melakukannya karena tidak mengetahui tujuan yang jelas. Seperti halnya seperti doa. Kita malas meluangkan waktu untuk berdoa karena kita nggak yakin terhadap apa yang akan kita dapatkan dari doa.

Jujur, deh, kita sudah berdoa, tapi keadaan kita nggak jadi lebih baik, nggak ada kemajuan yang Nampak dari luar, bahkan keadaan justru jadi makin parah. Padahal, dalam keadaan apa pun, Tuhan mau kita untuk selalu berdoa.

Yakobus 4:2, “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Ayat ini mengajarkan kita kalau tidak ada satu hal pun yang terjadi kalau kita tidak berdoa. Kita harus mengingat bahwa doa punya kuasa. Namun, bukan doa yang mengabulkan keinginan kita, melainkan Tuhan.

Dengan berdoa, tandanya kita percaya dengan kuasa Tuhan. Ada banyak orang yang berpikir kalau doa itu hanyalah sebuah kebiasaan yang buang-buang waktu. Kita harus ingat kalau berdoa adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Doa itulah yang mendekatkan kita dengan Tuhan. Sekarang, tinggal kita yang memilih, mau lebih percaya pada Tuhan dengan berdoa, ataukah pada mereka yang berkata kalau doa itu sia-sia? 

Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Rolansius Lantur 22 September 2018 - 21:44:57

bagaimana kita menemukan ketegangan dalam diri Pau.. more..

0 Answer

Rinanda Damanik 20 September 2018 - 23:46:41

Syalom saat ini saya sangar butuh dukungan doa, Tu.. more..

0 Answer

Farrel Riandsa 20 September 2018 - 19:10:16

dampak jika bertanggung jawab?

0 Answer


Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Goldha Mofu 30 August 2018 - 06:51:51
Kiranya Tuhan Yesus memberikan jawaban dan jalan k... more..

Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Banner Mitra Week 4


7196

advertise with us