Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
979


Sebelum Presiden Amerika Donald Trump bertemu dengan para pendeta dari berbagai negara di meja bundar Gedung Putih pada hari Rabu, 1 Agustus 2018 kemarin, Pendeta John Gray dari Relentless Church in Greenville, South Carolina melafalkan sebuah doa pembuka yang cukup kuat untuk sebelum memulai pertemuan itu.

Katanya, “Tuhan, kami berterima kasih atas kesempatan bisa berbicara tentang hati orang-orang yang terkadang tidak bisa berjuang untuk diri mereka sendiri. Terima kasih atas momen ini karena kami bisa berbagi hati kami dengan presiden dan pemerintahannya.”

“Berkati keluarganya. Berkati kesehatannya. Dan segala sesuatu yang dia letakkan di tangannya. Inilah doa kami dan berkati selama kami duduk bersama. Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin,” demikian Gray menutup doanya.

Di akhir penutup doa tersebut, Presiden Trump membungkuk dan menjabat tangan Gray.

Adapun pertemuan ini digelar dalam rangka membahas soal reformasi sistem penjara. Semnetara di tengah pertemuan tersebut, Trump menyampaikan kepada kelompok pendeta tersebut bahwa pemerintahannya sudah membuat kemajuan yang cukup besar dalam memudahkan para mantan narapidana kembali ke masyarakat dan mencari pekerjaan.

“Saat kami mengatakan mempekerjakan orang Amerika, itu berarti semua orang Amerika,” kata Trump.

Sementara pendeta asal Ohio Darrell Scott, yang merupakan salah satu pendukung Trump saat kampanye pemilihan presiden turut mengapresiasi hasil kerja yang dilakukan pemerintahan Amerika saat ini.

“Ini mungkin merupakan administrasi paling proaktif mengenai Amerika perkotaan dan komunitas berbasis agama dalam hidup saya. In mungkin akan menjadi…presiden paling pro orang kulit hitam yang kita miliki seumur hidup kita,” ucap Scott.

Dia bahkan membandingkan Trump dengan pendahulunya, Barrack Obamadan berkata, “Presiden ini sebenarnya ingin membuktikan sesuatu kepada komunitas kita, komunitas berbasis agama dan komunitas etnis kita.”

Sebagaimana diketahui, Trump menepati janji kampanyenya untuk mereformasi peradilan pidana dengan menambah program pelatihan bagi narapidana dan mereka yang menjalani rehabilitasi dan pelatihan tenaga kerja. Karena itulah hal ini dianggap menjadi sebuah kemajuan yang besar dalam sistem penjara di Amerika. Apalagi langkah ini dibuktikan dengan pengesahan Rencana Undang-Undang (RUU) pada bulan Mei 2018 lalu.

Sumber : Cbn.com/Talkingpointsmemo.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Muhammad fachri Nasution 23 September 2019 - 03:07:04

I spoken word

0 Answer

Alfian Febriyan Official 22 September 2019 - 23:51:09

perbedaan sco unix dan sun unix

0 Answer

vina mukuan 22 September 2019 - 09:05:42

Saya hobby menulis lirik lagu rohani, tapi saya ti.. more..

0 Answer


nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

Banner Mitra September week 3


7277

Banner Mitra September week 3