Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

believers24

Official Writer
868


Kebahagiaan adalah sesuatu yang dicari oleh setiap manusia di muka bumi. Mau dia orang Kristen atau pun bukan, setiap kita tanpa terkecuali menginginkan hal ini. Jika harus jujur, banyak diantara kita yang menikah karena alasan hal ini. Kita meyakini saat kita menikah maka hidup kita pasti bahagia.

Namun, berapa banyak dari kita yang kecewa karena kenyataannya tidaklah seperti apa yang dipikirkan? Jika mau jujur ternyata kekecewaan yang dialami ini disebabkan oleh karena kesalahan atau kekeliruan diri kita sendiri. Dimana letak kesalahannya? Salah satunya adalah karena kita meletakkan sumber kebahagiaan kita di tangan pasangan kita.

Ada tiga (3) alasan mengapa sesungguhnya jangan melakukan hal itu meski kita mengasihi pasangan kita:

1. Tuhan adalah sumber kebahagiaan yang sejati.

Penulis kitab Yesaya menyatakan “Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” (Yesaya 2:22), apa artinya ayat ini? artinya manusia adalah makhluk hidup yang berpotensi mengecewakan manusia lainnya. Mau dia sehebat apapun, tetapi ia selalu punya kecenderungan membuat sedih sesamanya baik disengaja maupun tidak disengaja.


Pemazmur berkata, “Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.” (Mazmur 25:12-13). Orang yang hidup dekat dengan Tuhan maka orang itu pasti mendapatkan kebahagiaan. Bukan semu, tetapi yang sejati. Bukan juga akan dirasakan pada saat berada di surga, akan tetapi saat berada di bumi, mereka akan mengalaminya juga.

2. Kitalah penentu kebahagiaan diri sendiri, bukan orang lain.

Meski Tuhan pada saat awal menciptakan manusia berpasangan, tetapi Ia tidak menggantungkan kebahagiaan individu kepada individu lainnya. Kita seorang diri bisa menentukannya karena Tuhan memberikan free will.

Kita bisa memutuskan untuk bahagia atau tidak terhadap kondisi yang terjadi atau dialami. Prinsip “memberi” dan ‘mengampuni” yang Yesus ajarkan memperkuat tentang harus seperti apa respon kita terhadap lingkungan luar diri kita.  

3. Akan ada waktu berpisah

Kehidupan manusia yang kita semua jalani hari ini punya limit. Kita tidak pernah tahu kapan kematian pasangan kita, tetapi kapan saja kematian itu bisa terjadi.

Ketika kita menaruhkan kebahagiaan itu kepada pasangan kita dan dia meninggal dunia maka otomatis kita akan sulit menjadi bahagia. Mau seperti apapun orang mencoba membahagiakan maka kita akan sulit untuk bangkit dan menjalani kehidupan seperti yang Tuhan kehendaki.

Baca Juga: Buat Kamu yang Kerja Shift, Ini 3 Tips Pelihara Kebahagiaan dengan Pasangan

Mencari kebahagiaan di dalam pernikahan tidak akan pernah kita temukan jika tidak dimulai dari diri sendiri. Jangan pernah bebankan itu kepada pasangan kita. Ingat selalu bahwa cinta sesungguhnya bukanlah tuntutan, tetapi pemberian. 

Sumber : Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer

Nita 10 December 2018 - 01:44:48

Kenapa susah tidur

1 Answer

Marcelina Mega 6 December 2018 - 22:53:44

Pacaran dengan sepupu

0 Answer


chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Febe Widyawati 29 November 2018 - 22:08:03
Saya mohon bantuan doanya supaya pergumulan saya t... more..

Banner Mitra Week 2


7227

Superyouth