Puluhan Orang Kristen Di Filipina Minta Maaf Pada Komunitas LGBTQ, Ini Sebabnya

Internasional / 4 July 2018

Puluhan Orang Kristen Di Filipina Minta Maaf Pada Komunitas LGBTQ, Ini Sebabnya
Sumber: buzzfeed
Inta Official Writer
4078

Pesan yang disampaikan oleh sekelompok orang Kristen pada sebuah pawai Pride di Filipina akhir minggu lalu berhasil meluluhkan orang banyak, terlebih mereka yang berada dalam komunitas LGBTQ.

Kampanye yang dihadiri oleh jemaat dari Gereja Church of Freedom in Christ Ministries menggelar acara ini di sebuah kompleks olahraga di Marikina, 30 Juni 2018 lalu. Mereka yang hadir diperlengkapi dengan banner dan plakat yang bertuliskan 'I'm Sorry' sebagai tanda permohonan maaf mereka atas perbuatan yang dilakukan beberapa orang Kristen yang menyakiti hati mereka melalui aksi dan ucapannya selama bertahun-tahun ini.

Salah satu banner menuliskan, "Yesus tidak menjauhi orang. Begitu juga kita." Banner lainnya mendeklarasikan permohonan maafnya dengan tulisan, "Saya minta maaf karena telah menghakimi kamu."

Baca juga: Wow, Nick Vujicic Beberkan Rahasia Dapatkan Pasangan Lewat 3 Pesan Khotbah Ini, Simak Yuk!

Aksi permohonan maaf yang dilakukan oleh orang Kristen ini disebarkan oleh seorang gadis berusia 19 tahun bernama Jamilah Salvador yang mengambil beberapa foto mereka dan mengunggahnya di media sosial Twitter. Foto yang diunggahnya ini ternyata menjadi viral hanya dalam hitungan jam.

Val Paminiano sebagai pendeta dari Gereja Church of Freedom in Christ Ministries mengungkapkan pada Buzzfeed bahwa para anggota jemaatnya telah ikut berpartisipasi dalam pawai tahunan ini selama empat tahun. Kampanye 'I'm Sorry' bertujuan untuk menginspirasi umat Kristen agar Bertindak, bicara dan mengasihi orang-orang komunitas LGBT seperti Yesus.'

"Kami memohon maaf atas tindakan-tindakan orang Kristen yang telah menyakiti orang-orang dari komunitas LGBT, terutama dengan menggunakan Alkitab dalam mengutuk dan menghakimi mereka," ungkap Paminiano.

Baca juga: PGLII Gelar Seminar LGBTQ, Sampaikan Pentingnya Pendekatan Keluarga

"Saya percaya kalau Tuhan mengutuk homoseksual, tapi saat saya belajar tentang Alkitab, terutama tentang hal yang kami sebut 'clobber scriptures' yang merupakan bagian dari Alkitab yang sering digunakan untuk mengutuk orang-orang dari komunitas LGBT, saya menyadari kalau ada banyak hal yang perlu dipelajari, termasuk kebenaran kalau Tuhan tidak menentang siapa pun."

"Tuhan tidak mendiskriminasi manusia berdasarkan jenis kelamin," tambahnya.

Sebagai orang percaya seharusnya kita tidak menghakimi atau menebarkan kebencian melalui orang-orang yang terlibat dengan perilaku LGBTQ. Penting untuk diingat kalau seharusnya perbuatan merekalah yang kita jauhi, bukan orang-orang yang terlibat di dalamnya. 

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?