Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

1717387258563145

Official Writer
305


Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman membahas soal cara asuh anak jika nanti sudah menikah.

"Jika nanti menikah, kira-kira kamu akan pakai baby sitter atau urus anak sendiri?" Sebagaian dari mereka lalu menjawab memilih untuk mengasuh anak sendiri.

Rata-rata semua orangtua ingin mengasuh anak dengan tangannya sendiri bukan?

Dan mungkin beberapa dari kamu juga berpikir hal yang sama.

"Saya tahu para ibu sering sekali merasa bersalah kalau mereka nggak bersama anak mereka selama seharian," kata Leslie Parrott seorang terapis dan penulis buku The Parent You Want.

Meninggalkan anak bersama orang lain adalah kelemahan yang dimiliki oleh seorang ibu, tetapi  ibu juga manusia yang bisa lelah, stres dan butuh istrahat. Terus apa yang harus kita lakukan dalam hal ini? Apakah kita harus memaksakan diri mengurus anak sendirian atau sebaiknya mengalah dan menyewa baby sitter untuk membantu kita?

Dikutip dari FirstThing,  Dr. Parrott menceritakan bagaimana rasanya menjadi ibu yang terpaksa memberikan anaknya di rawat oleh orang lain.

Jadi, Dr. parrot  melahirkan anak sulungnya secara prematur, dan dalam hal ini, dia tentu membutuhkan masa yang panjang untuk istrahat.

"Meskipun saya sangat merasa bersalah karena meninggalkan Jhon dirawat oleh orang lain, tapi saya juga tahu persis bahwa saya butuh waktu untuk istirahat dan pemulihan, katanya

Dia harus menjadwalkan dirinya meninggalkan sang anak 1,5 jam setiap dua kali seminggu. Agar dia bisa tetap tenang, bisa istirahat dan pulih.

Kadang, dalam hidup ini ada beberapa alasan yang membuat kita tidak bisa menjaga atau merawat anak kita selama 24 jam dalam seminggu.  Entah karena kita harus bekerja ke luar negeri demi kebutuhan anak, entah karena kita bercerai dan lain sebagainya, yang pasti , selalu ada cara yang bisa kita lakukan untuk membantu kamu menjadi orangtua yang baik. Coba ikuti beberapa hal dibawah ini :

1.  Beri penjelasan

Berpisah dengan anak tentulah hal yang sangat sulit, tidak bisa dibayangkan bagaimana kita akan merindukan mereka, dan bagaimana psikologis mereka akan terganggu serta mereka akan merasa kehilangan kita.

Menurut pernyataan Sukma Rani Moerkardjono, S.Psi, M.si.,  Psikolog dari Ukrida, yang dirilis oleh Kompas.com anak perlu diberi penjelasan dengan baik. Beritahu bahwa kamu menyanyanginya namun harus memutuskan sesuatu yang berat demi kebutuhannya dan karena keadaan yang ada. Berikan mereka pengertian sebaik dan dengan cara yang bisa mereka terima.

2.  Ayo, jangan lupa untuk menjadwalkan pertemuan singkat kamu dengan anak setiap hari  

Bahkan 5 menit sekalipun, sangatlah berharga buat anak dan dirimu sendiri.

Jika kita merantau jauh dari tempat tinggal anak, cobalah untuk video call minimal sekali sehari dengan si buah hati. Ajak anak bicara selayaknya ibu dan anak, sebagai teman dan sahabat. Jika anakmu sakit, dan dirawat di suatu tempat khusus, pergilah mengunjunginya sekali sehari.

Bangun keterikatan antara anak dan ibu, dan jangan biarkan mereka merasa kehilangan sosok orangtua dalam hidup mereka.

3.  Sepakati pola asuh dengan nenek atau baby sitter atau saudara kita

Kadang, ketika kita memberikan anak-anak kita dididik oleh kakek dan neneknya, atau mungkin baby sitter, ada beberapa rutinitas dan cara asuh yang berbeda yang tidak sesuai dengan yang kita kehendaki. Itu sebabnya dari awal kita perlu menyepakati pola asuh dengan kakek nenek atau mungkin jika kamu memiliki baby sitter.

Mulai dari hal kecil seperti makanan, dan lain sebagainya.

4.  Sering- seringlah memotivasi anak

Rasanya suram banget berjauhan dari anak dan membiarkan orang lain mengasuhnya.

Selama 24 jam, anak mendengarkan nasihat orang lain dan bukan kamu sendiri.

Dalam hal ini, cobalah kamu ambil bagian. Sering-seringlah motivasi dia, beri dia inspirasi dan wawasan walaupun hanya melalui suara atau video call. Perdulilah akan sekolah dan teman-temannya, jadilah pendengar yang baik baginya.

Memang, sebagai orangtua, tidak selalu mudah untuk berjalan dalam proses hidup yang satu ini. Tetapi bagaimana pun, kita perlu mencari cara yang berbeda dan bijak agar anak-anak bisa merasakan kehadiran kita dan demikian sebaliknya.

Mintalah pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, sebab hanya Dialah Allah yang bisa memulihkan keadaan menjadi lebih baik. Semangat ya mom!

 

 

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

antonia anton 14 December 2018 - 16:16:46

stress

1 Answer

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer

Nita 10 December 2018 - 01:44:48

Kenapa susah tidur

1 Answer


chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Banner Mitra Week 2


7227

Superyouth